Mengapa Kita Bisa Lupa Waktu? Ini Penjelasan Ilmiah Flow

  • 23 Jul 2026 14:29 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Purwokerto - Belakangan ini sedang ramai di sosial media istilah flow, banyak yang mengaitkannya dengan fokus produktivitas dengan rasa bahagia saat melakukan sesuatu. Sementara, menurut Imam Faisal Hamzah, S.Psi.,M.A dosen Fakultas Psikologi dari Universitas Muhammadiyah Purwokerto dalam siaran ruang psikologi Pro1 RRI Purwokerto, fenomena akhir-akhir ini yang sering disebut sebagai burn out.

“Burn out sendiri singkatnya adalah kelelahan secara mental, namun belum sampai pada tahap depresi. Burn out juga bukan masalah mental yang serius, namun mengganggu produktivitas” ungkap Imam faisal.

Sementara, flow merupakan kondisi psikologis ketika seseorang mampu larut sepenuhnya dalam aktivitas yang dilakukannya sampai kehilangan kesadaran terhadap waktu. Imam menjelaskan bahwa jika seseorang sedang berada dalam kondisi flow biasanya tidak menyadari waktu. Kondisi tersebut bisa ditemui ketika seseorang mengerjakan kegiatan yang benar-benar disukai seperti mancing, membaca buku, nonton film, hingga bekerja.

Keseimbangan antara kemampuan dan tantangan juga menjadi faktor utama untuk menciptakan flow. Jika tantangan yang dihadapi terlalu tinggi dibanding kemampuan yang dimilikinya seseorang cenderung mengalami keemasan (anxiety). Sementara jika kemampuan jauh lebih tinggi dibanding tantangannya justru seseorang akan mudah berasa bosan.

Imam juga menegaskan bahwa flow berbeda dengan kecanduan. Walaupun sama-sama membuat seseorang larut dalam aktivitasnya, flow tetap memiliki tujuan yang jelas dan nantinya akan menghasilkan sesuatu yang produktif. Namun, apabila tidak mampu mengendalikan diri, kondisi tersebut tetap dapat menimbulkan dampak negatif.

"Flow memiliki banyak manfaat, tetapi jika berlebihan juga bisa berdampak buruk. Misalnya seseorang terlalu larut bermain gim hingga lupa makan atau tidak memperhatikan kondisi di sekitarnya," katanya.

Imam juga menjelaskan bahwa salah satu ciri orang yang sedang mengalami flow adalah berkurangnya perhatian terhadap gangguan sekitar. Seseorang yang sedang fokus maka tidak akan mudah terdistraksi. Untuk membantu seseorang mencapai kondisi flow,

Imam menyarankan beberapa cara, seperti menetapkan tujuan yang jelas, mengurangi distraksi, serta membangun ritual sebelum mulai bekerja atau belajar, misalnya menikmati secangkir kopi atau menciptakan suasana belajar yang nyaman.

Dan bagi orangtua yang ingin membantu anak lebih fokus saat belajar, pak Imam menyampaikan bahwa penting bagi orang tua untuk memberikan penguatan positf kesempatan bagi anak untuk menentukan cara belajar yang sesuai, serta memberikan umpan balik terhadap proses belajarnya.

"Setiap orang pada dasarnya memiliki potensi mengalami flow. Yang terpenting adalah bagaimana menyesuaikan kemampuan dengan tantangan, sehingga aktivitas yang dilakukan terasa menyenangkan sekaligus produktif," pungkasnya. (Safira)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....