PHBS di Sekolah Perlu Dibiasakan sejak Dini untuk Cegah Penyakit
- 23 Jul 2026 12:56 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Purwokerto – Lingkungan sekolah tidak hanya menjadi tempat belajar, tetapi juga ruang untuk membentuk kebiasaan hidup sehat sejak dini. Melalui penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), siswa didorong membangun kebiasaan sederhana yang berdampak besar terhadap kesehatan, seperti mencuci tangan dengan sabun, memilih jajanan sehat, hingga menjaga kebersihan lingkungan sekolah. Hal tersebut disampaikan Dosen Kesehatan Masyarakat Universitas Jenderal Soedirman, Windri Lesmana Rubai, dalam program Indonesia Sehat Pro 1 RRI Purwokerto.
Menurut Windri, penerapan PHBS di sekolah menjadi semakin relevan pada awal tahun ajaran baru ketika aktivitas belajar mengajar kembali berlangsung. Ia menjelaskan, kebiasaan hidup bersih dan sehat perlu dimulai dari diri sendiri, kemudian ditularkan kepada teman dan seluruh warga sekolah.
"Kita datang ke sekolah tidak hanya untuk belajar dan bersosialisasi, tetapi juga menjadi contoh perilaku hidup bersih dan sehat bagi teman-teman di lingkungan sekolah," ujarnya.
Windri menjelaskan, terdapat sejumlah indikator PHBS yang perlu diterapkan di lingkungan sekolah, di antaranya mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir, rutin melakukan aktivitas fisik, memilih jajanan sehat, menjaga kebersihan toilet, memastikan lingkungan bebas jentik nyamuk, menerapkan kawasan tanpa rokok, hingga membiasakan membuang sampah pada tempatnya.
Ia menambahkan, penerapan PHBS di Kabupaten Banyumas secara umum terus menunjukkan perkembangan berkat dukungan program Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) dan pendampingan dari puskesmas. Meski demikian, pemerataan fasilitas masih menjadi tantangan, terutama di sekolah yang berada di wilayah pinggiran.
"Kalau di perkotaan fasilitasnya sudah cukup baik, tetapi di beberapa sekolah masih ada kendala seperti keterbatasan air bersih, tempat cuci tangan, hingga jumlah toilet yang belum memadai," jelasnya.
Selain dukungan sekolah, Windri menilai peran orang tua juga sangat penting dalam membentuk kebiasaan hidup sehat. Ia mengimbau orang tua untuk menjadi teladan, membiasakan anak mencuci tangan sebelum makan, menyediakan bekal bergizi dari rumah, serta menerapkan kebiasaan yang sama di lingkungan keluarga agar anak terbiasa menjalankannya di sekolah.
Di akhir dialog, Windri menekankan bahwa edukasi saja tidak cukup tanpa didukung fasilitas yang memadai. Ia berharap sekolah terus mengaktifkan kembali UKS, menyediakan sarana sanitasi yang layak, kantin sehat, serta lingkungan belajar yang mendukung terbentuknya budaya hidup bersih dan sehat.
"Guru juga harus menjadi teladan yang aktif. PHBS tidak cukup diajarkan, tetapi harus dicontohkan dan dilakukan secara konsisten, baik di sekolah maupun di rumah," pungkasnya (Kartika)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....