Fenomena Cowok Bingung dari Sudut Pandang Psikologi
- 23 Jul 2026 12:42 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Purwokerto – Fenomena cowok bingung belakangan ramai diperbincangkan di media sosial. Istilah ini merujuk pada laki-laki yang memberikan perhatian layaknya pasangan, namun enggan memberikan kepastian arah hubungan. Topik tersebut menjadi pembahasan dalam program Curhatnya Pro2 RRI Purwokerto bersama dosen Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP), Yoza Okta Saputra, M.Psi
Menurut Yoza, fenomena tersebut tidak bisa dipandang hanya sebagai sikap plin-plan semata. Dari sisi psikologi, ada sejumlah faktor yang dapat memengaruhinya, salah satunya gaya kelekatan (attachment style) yang cenderung menghindar.
"Fenomena cowok bingung merujuk pada laki-laki yang memberikan perhatian kepada perempuan layaknya pasangan, tetapi menghindari kepastian dalam hubungan," ujarnya.
Ia menambahkan, ketika hubungan mulai mengarah ke tahap yang lebih serius, individu dengan karakter seperti ini justru cenderung menarik diri. Selain kepribadian, pengalaman hidup juga berperan membentuk perilaku tersebut.
Yoza menjelaskan bahwa trauma masa lalu, hubungan yang tidak sehat, hingga pola asuh dapat membuat seseorang lebih berhati-hati atau bahkan takut berkomitmen. Di sisi lain, fase perkembangan menuju dewasa awal juga menjadi pertimbangan.
"Banyak laki-laki usia 18 sampai 40 tahun yang masih memikirkan kesiapan finansial maupun emosional sehingga ragu mengambil keputusan dalam hubungan," jelasnya.
Ketidakjelasan hubungan, bukan hanya berdampak pada pihak laki-laki, tetapi juga perempuan. Kondisi tersebut dapat memicu overthinking, kecemasan, hingga kecenderungan menyalahkan diri sendiri. Oleh karena itu, komunikasi terbuka dinilai menjadi langkah penting agar kedua belah pihak memiliki pemahaman yang sama mengenai arah hubungan.
Di akhir dialog, Yoza mengingatkan bahwa hubungan yang sehat tidak hanya dibangun atas dasar rasa sayang, tetapi juga kejelasan dan tanggung jawab.
"Kasih sayang idealnya berjalan seiring dengan kejelasan dan tanggung jawab. Jika sebuah hubungan terus menggantung tanpa arah yang jelas, maka perlu dievaluasi demi kesehatan mental diri sendiri," pungkasnya. (Kartika)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....