Kesepian Tidak Selalu Berarti Tidak Memiliki Teman

  • 13 Jul 2026 11:51 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Purwokerto – Kesepian menjadi salah satu perasaan yang cukup sering dialami seseorang, termasuk saat memasuki usia dewasa. Kondisi tersebut tidak selalu muncul karena seseorang sedang sendirian atau tidak memiliki teman, tetapi dapat terjadi ketika tidak ada hubungan yang dirasakan benar-benar dekat dan bermakna.

Dosen Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Purwokerto, Imam Faisal H., S.Psi., M.A., mengatakan kesepian berkaitan dengan kualitas hubungan seseorang dengan orang lain. Menurutnya, jumlah teman yang banyak belum tentu membuat seseorang terbebas dari rasa sepi.

“Singkatnya, kesepian itu terkait dengan kualitas hubungan. Jadi mau banyak atau sedikitnya orang, itu bukan masalah kesepian. Artinya, ini terkait dengan kualitas hubungan antara kita dengan orang lain, bukan masalah banyak dan sedikitnya,” ujarnya dalam program siaran Ruang Psikologi Pro 1 RRI Purwokerto.

Ia mencontohkan seseorang tetap dapat merasa kesepian ketika berada di sebuah pertemuan yang dihadiri banyak orang. Perasaan tersebut muncul saat tidak ada orang yang dikenal, menyapa, atau dapat diajak berbicara.

“Ketika kemudian kita tidak bisa terhubung dengan orang lain. Jadi, meskipun banyak orang di situ, tetapi kita tidak bisa terhubung dengan orang lain sehingga kita merasa, ‘Aduh, aku kok enggak ada yang bisa diajak ngobrol ya.’ Nah, itulah kesepian,” katanya.

Kesepian juga dapat dirasakan meskipun seseorang memiliki banyak teman atau pengikut di media sosial. Interaksi yang hanya berupa tanda suka, komentar, atau emotikon belum tentu memberikan kedekatan emosional seperti saat seseorang berkomunikasi secara langsung.

Imam menjelaskan interaksi langsung memungkinkan seseorang melihat ekspresi dan memahami perasaan lawan bicara. Sementara itu, komunikasi melalui media sosial sering membuat seseorang menebak-nebak perasaan orang lain dan dapat memicu pikiran berlebihan.

“Kesepian itu kaitannya dengan kualitas dalam kita berinteraksi secara sosial. Bagaimana kemudian pengalaman subjektif kita terkait dengan interaksi sosial kita. Mungkin banyak orang di sekitar kita, tapi tidak ada yang kemudian bisa kita ajak komunikasi,” ucapnya.

Menurutnya, kesepian merupakan pengalaman yang bersifat subjektif. Seseorang dapat terlihat baik-baik saja oleh orang lain, tetapi sebenarnya merasa tidak memiliki tempat untuk berbicara, berbagi cerita, dan membangun hubungan emosional.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....