Tingkatkan Kompetensi, HMPS Perbankan Syariah UIN Saizu Gelar Literasi Keuangan

  • 17 Sep 2026 16:17 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Purwokerto - Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Perbankan Syariah UIN Saizu mendorong mahasiswa untuk meningkatkan kompetensi melalui penguatan literasi keuangan dan pengalaman praktik perbankan. Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan Diklat Perbankan yang menggabungkan pembelajaran mengenai literasi keuangan dengan simulasi praktik perbankan secara langsung.

Hal tersebut disampaikan dalam program Sore Ceria Pro 2 RRI Purwokerto bersama Nahyan Nafi’i (Ketua HMPS Perbankan Syariah), Dhiya Nur Aini (Sekretaris Kegiatan0, dan M. Nur Musafa (Ketua Kegiatan), pada Selasa (15/9/2026).

Dengan mengusung tema “Membangun Kompetensi Mahasiswa Perbankan melalui Literasi Keuangan”, kegiatan tersebut menjadi ruang bagi mahasiswa untuk tidak hanya memperoleh pengetahuan melalui perkuliahan, tetapi juga mengembangkan kemampuan yang dapat menunjang kesiapan menghadapi dunia kerja.

“Di HMPS Perbankan Syariah itu kita mewadahi teman-teman yang mungkin ingin mengembangkan diri, atau ingin mengembangkan bakat minat, bisa banget di situ, atau mungkin ingin menyalurkan terkait ilmu-ilmunya di dunia perbankan itu juga bisa banget,” ujar Nahyan.

Aktivitas organisasi menjadi bagian penting dalam proses pengembangan diri mahasiswa. Perkuliahan dinilai perlu dilengkapi dengan pengalaman di luar kelas agar mahasiswa memiliki kemampuan yang lebih beragam sebagai persiapan memasuki dunia profesional.

“Apalagi sekarang kalau semisal hanya dengan kuliah aja menurut aku juga kurang. Karena kan kita perlu mengembangkan diri kita sendiri untuk persiapan dunia kerja nantinya, entah itu melatih public speaking kita ataupun mengembangkan literasi kita di dunia perbankan maupun di perkuliahan lain sendiri,” lanjut Nahyan.

Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui Departemen Pendidikan, Pelatihan, dan Riset yang memiliki program kerja berupa Diklat Perbankan. M. Nur Musafa selaku Ketua Kegiatan menjelaskan, kegiatan tersebut dirancang agar peserta tidak hanya mendapatkan materi, tetapi juga memperoleh kesempatan untuk mempraktikkan pengetahuan perbankan secara langsung.

“Di Diklat Perbankan itu nantinya kita akan belajar literasi keuangan dan juga kita akan menggunakan konsep praktik perbankannya langsung,” ujar Musafa.

Kegiatan yang dijadwalkan berlangsung pada 17 September 2026 tersebut mengangkat tema besar membangun mahasiswa perbankan yang kompeten melalui literasi keuangan dan simulasi praktik perbankan. Musafa berharap kegiatan tersebut dapat menambah wawasan serta keilmuan mahasiswa yang bermanfaat untuk memahami dunia perbankan.

Selain pembekalan mengenai literasi keuangan, kegiatan tersebut juga diarahkan pada pemahaman penggunaan layanan perbankan digital. Hal ini dinilai relevan dengan kebiasaan generasi muda yang semakin akrab dengan transaksi digital dan sistem pembayaran nontunai.

Dalam kegiatan Diklat Perbankan, peserta nantinya akan mendapatkan edukasi mengenai penggunaan layanan perbankan digital sekaligus hal-hal yang perlu dihindari dalam penggunaannya.

“Nanti kita di situ bakal mengedukasi ke peserta khususnya terkait apa gunanya mobile banking ataupun sistem QRIS-nya, cara menggunakan QRIS dan juga hal-hal yang tidak seharusnya dilakukan,” jelas Musafa.

perkembangan layanan keuangan digital tidak hanya memberikan kemudahan, tetapi juga menuntut pengguna untuk memahami keamanan dan risiko dalam bertransaksi. Mahasiswa perlu memahami cara menggunakan layanan tersebut agar tidak terjebak pada keputusan keuangan yang kurang tepat.

“Apalagi dengan sekarang apa-apa sebenarnya mudah. Juga pinjol itu juga sudah menjamur. Karena banyak banget teman-teman aku mungkin yang masih terjerat di teman-teman yang suka pinjol, banyak banget. Karena ini menjadi sangat penting terkait literasi keuangan itu sendiri,” ujar Nahyan.

Tidak hanya dalam penggunaan transaksi digital, literasi keuangan juga dibutuhkan ketika mahasiswa mulai mengenal investasi. Perkembangan informasi melalui media sosial membuat berbagai informasi investasi semakin mudah ditemukan, tetapi kemudahan memperoleh informasi tersebut perlu diikuti dengan pemahaman yang memadai.

Keputusan yang tidak didasarkan pada perhitungan dan pengetahuan yang cukup dapat menimbulkan kerugian. Karena itu, mahasiswa perlu membekali diri dengan pengetahuan sebelum mengambil keputusan berkaitan dengan keuangan.

Sejalan dengan pentingnya literasi tersebut, perkembangan dunia perbankan saat ini juga semakin luas. Perbankan tidak lagi hanya berkaitan dengan aktivitas menyimpan atau menabung uang, tetapi telah menyediakan berbagai layanan keuangan lainnya.

“Kalau semisal kita lebih melihat lagi dunia perbankan sendiri, kita bisa melihat banyak manfaat di perbankan sendiri. Entah itu buat investasi kita juga sudah bisa, atau reksa dana itu kan juga ada di perbankan. Jadi kita di sini tuh bukan hanya tentang menabung ataupun menyimpan uang di dunia perbankan, tapi kita lebih dari itu,” ungkap Nahyan.

Selain memperoleh pengetahuan, peserta Diklat Perbankan juga akan mendapatkan pengalaman melalui simulasi praktik. Musafa menjelaskan, peserta akan dibagi ke dalam kelompok dan mendapatkan pendampingan selama praktik berlangsung.

“Setelah isoma kita berkumpul dengan kelompoknya masing-masing. Di mana dalam kelompok tersebut nantinya kita akan mempraktikkan CS, teller maupun marketing,” jelas Musafa.

Konsep tersebut membuat kegiatan tidak hanya berorientasi pada penyampaian materi. Peserta juga diberikan kesempatan untuk mengenal gambaran tugas dalam layanan perbankan melalui simulasi yang dilakukan secara langsung.

Bagi mahasiswa Perbankan Syariah, pengalaman praktis tersebut juga dapat menjadi bagian dari persiapan menuju dunia kerja. Terlebih, kegiatan tersebut turut menyediakan peluang penyaluran magang bagi peserta yang telah mengikuti rangkaian kegiatan.

Dhiya menjelaskan, sertifikat yang diperoleh peserta dapat digunakan dalam proses penyaluran magang melalui HMPS Perbankan Syariah. Peserta nantinya dapat diarahkan untuk memperoleh kesempatan magang di lembaga keuangan maupun perbankan.

“Kita memberikan sertifikat, nanti sertifikatnya itu akan digunakan buat penyaluran magangnya. Jadi kalau misalkan sudah daftar terus sudah selesai acaranya, kita punya sertifikatnya, nanti kita akan ajukan ke HMPS Perbankan Syariah sendiri,” ujar Dhiya.

Kesempatan tersebut diharapkan dapat memberikan pengalaman tambahan bagi mahasiswa sebelum memasuki dunia profesional.

“Ketika mereka sudah mendaftar menggunakan sertifikat itu, kita akan salurkan ke tempat-tempat lembaga keuangan dan bank nonbank,” lanjut Dhiya.

Kesiapan memasuki dunia kerja tidak hanya dibangun melalui kemampuan akademik. Pengalaman organisasi, kemampuan berkomunikasi, serta pengalaman magang juga dapat menjadi bagian dari proses mempersiapkan diri.

“Buat teman-teman mungkin yang ingin bekerja di dunia perbankan itu bisa banget mulai dipersiapkan dari sekarang. Entah itu mulai dari public speaking-nya ataupun pengalaman teman-teman dalam pekerjaan itu bisa teman-teman cari, salah satunya melalui magang,” ujar Nahyan.

Ia juga menilai organisasi mahasiswa dapat menjadi ruang untuk melatih berbagai kemampuan yang dibutuhkan ketika memasuki dunia profesional.

Melalui Diklat Perbankan, HMPS Perbankan Syariah UIN Saizu berupaya menggabungkan pemahaman teori, literasi keuangan, dan pengalaman praktik sebagai bagian dari pengembangan kompetensi mahasiswa. Materi mengenai keuangan digital, keamanan penggunaan layanan perbankan, hingga simulasi pekerjaan di bidang perbankan menjadi bagian dari pembekalan bagi peserta.

Dengan penguatan literasi keuangan dan pengalaman praktis, mahasiswa diharapkan tidak hanya memahami perkembangan dunia perbankan, tetapi juga mampu mempersiapkan diri menghadapi kebutuhan dunia profesional yang terus berkembang. (Novita Widya Putri)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....