Strategi Berpikir ASN di Era Perubahan: Adaptif, Kritis, dan Solutif
- 07 Jul 2026 13:19 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Purwokerto - Dalam era transformasi digital dan perubahan yang cepat, Aparatur Sipil Negara (ASN) perlu memiliki strategi berpikir cerdas untuk menghadapi tantangan dan memanfaatkan peluang.
Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia (PPSDM) Badan Kepegawaian Negara (BKN) menggelar Sharing Session bertema “Strategic Thinking bagi ASN: Strategi Berpikir di Era Perubahan.” Kegiatan ini dibuka oleh Deputi Bidang Pembinaan Penyelenggaraan Manajemen ASN BKN, Dr. Herman, M.Si., dan menghadirkan narasumber Anggun Pesona Intan Puspita, S.Psi., M.M., Marketing and Community Development Specialist.
Dalam kegiatan tersebut, BKN mengumumkan sejumlah kebijakan baru yang bertujuan mempercepat karir dan menyederhanakan birokrasi ASN. Kepala PPSDM BKN menegaskan bahwa percepatan karir ASN mutlak dilakukan dengan memastikan kelengkapan data dan profil pegawai.
“Profil ASN harus lengkap, satu data ASN harus terwujud. Kemudahan pencantuman gelar kini diberlakukan tanpa perlu izin belajar, sepanjang kampus terakreditasi oleh Mendik Saintek,” jelas Anggun. Inovasi lain diterapkan pada proses uji kompetensi yang kini dilakukan setiap bulan, dari sebelumnya empat kali setahun. Sistem kelulusan juga disederhanakan, di mana peserta hanya perlu mengulang materi yang belum lulus. Selain itu, BKN menegaskan tidak ada lagi hambatan struktural bagi staf berpendidikan tinggi untuk naik pangkat.
“Staf S2 bisa sampai 4A, S3 sampai 4B, meskipun atasannya masih 3D,” laanjutnya.
BKN juga mempercepat layanan kepegawaian melalui pendelegasian kewenangan ke Kanwil dan Kanreg BKN. Setiap permintaan Persetujuan Teknis (Pertek) kini dijamin selesai maksimal lima hari kerja. “Jika lewat dari lima hari, otomatis disetujui,” imbuhnya.
Sementara itu, narasumber Anggun Pesona Intan Puspita, S.Psi., M.M., menekankan pentingnya kemampuan strategic thinking sebagai kompetensi utama ASN di tengah dinamika era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity).
“Strategic thinking is seeing by making smart decision today for a better tomorrow,” ungkapnya. Menurutnya, ASN perlu membiasakan diri melakukan pemindaian tren, merumuskan masalah secara tepat, serta berfokus pada hasil dan pembelajaran berkelanjutan.
Kemampuan berpikir strategis, lanjut Anggun, tidak hanya dapat diasah melalui pelatihan, tetapi juga melalui refleksi harian dan kebiasaan belajar sepanjang hayat. Dengan begitu, ASN diharapkan mampu menjadi motor penggerak perubahan dan menghadirkan pelayanan publik yang adaptif, inovatif, dan berorientasi hasil.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....