Inovasi Bank Sampah dan Literasi Desa, Solusi Ubah Sampah Jadi Berkah
- 17 Agt 2026 17:11 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID Purwokerto - Masalah sampah di lingkungan pedesaan maupun perkotaan seringkali dianggap sebagai beban yang tak terelakkan. Namun, melalui program Green Radio di Pro 1 RRI Purwokerto, bersama narasumber Raden Roro Hendarti, S.Sos, kita diajak melihat perspektif berbeda: sampah bukanlah musuh, melainkan tanggung jawab yang bisa dikelola menjadi peluang, pada Minggu (16/8/2026).
Raden Roro Hendarti, S.Sos, sendiri di sini selaku Direktur Bank Sampah Sahabatku, yang memulai langkah konkret ini sejak tahun 2013 atas dasar keprihatinan melihat pola pembuangan sampah yang mencemari lingkungan dan tanah. Dengan mengsung tema pembahasan "Bank Sampah sebagai Wujud Kepedulian terhadap Lingkungan" yang di mana inti dari gerakan yang dipimpin Roro ini adalah perubahan pola pikir (mindset).
Untuk mengintegrasikan layanan dengan tata kelola PNS, yaitu mengajukan konsep 'Gerakan PNS Peduli Lingkungan', para ASN diharapkan menjadi role model dengan rutin menabung sampah di kantor mereka sendiri. Bertujuan menciptakan efek domino masyarakat luas, karena saat pihak otoritas dan pelayan publik memberi contoh nyata memilah sampah, masyarakat di level bawah akan jauh lebih mudah mengikuti langkah positif tersebut demi menjaga kebersihan lingkungan.
"Sampahmu ya tanggung jawabmu. Sampahmu bukan tanggung jawab saya. Saya hanya membantu mengelola. Ayo kerja sama kelola semuanya. Jangan hanya hakmu saja yang diminta, kewajibanmu harus dipenuhi, ditunaikan juga," tegasnya.
Menurutnya sampah adalah tanggung jawab pemiliknya, maka masyarakat didorong untuk melakukan pemilahan dari sumbernya, yaitu rumah tangga. Sampah anorganik dikumpulkan dan dipilah secara detail mulai dari jenis plastik, botol, hingga kertas untuk kemudian diberikan nilai tambah. Sampah yang dikelola dengan baik dapat "naik kelas" menjadi produk kerajinan bernilai ekonomi tinggi, seperti tas, hiasan, hingga perabotan rumah tangga.
"Jangan menunggu kaya untuk bisa berkarya. Jangan menunggu mampu untuk bisa maju. Pemberdayaan masyarakat itu utama supaya kita bisa meraih kesuksesan," ujar Roro.
Keunikan inovasi ini terletak pada integrasinya dengan gerakan literasi melalui Limbah Pustaka. Dengan menggunakan motor roda tiga sebagai sarana transportasi, beliau berkeliling membawa buku bacaan sekaligus mengumpulkan sampah.
Strategi ini sangat efektif dalam menarik perhatian anak-anak untuk datang ke perpustakaan tanpa merasa terbebani. Dengan memberikan hadiah (reward) sebagai apresiasi, beliau berhasil mengubah citra perpustakaan menjadi tempat yang menyenangkan dan edukatif.
Ia juga menekankan bahwa sampah adalah tanggung jawab masing-masing individu, bukan sekadar beban pemerintah. Beliau mengajak masyarakat untuk mengubah pola pikir dengan memilah sampah dari rumah agar tidak lagi mencemari lingkungan dan sungai. Tindakan sederhana ini merupakan langkah awal krusial untuk menjaga kelestarian alam demi masa depan anak cucu kita.
"Apabila kita tidak menjaga alam sejak saat ini, bagaimana dengan anak cucu kita nanti? Jangan salahkan orang lain. Apabila terjadi musibah, salahkanlah diri kita sudah berbuat baik atau belum," lanjutnya.
Inovasi Limbah Pustaka berhasil mengintegrasikan pengelolaan sampah dengan akses pendidikan melalui penggunaan motor roda tiga yang berkeliling membawa buku. Strategi ini terbukti efektif menarik minat anak-anak untuk datang ke perpustakaan tanpa merasa terbebani oleh stigma tempat yang kaku. Keberhasilan ini membuktikan bahwa pemberdayaan masyarakat melalui literasi dapat menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan positif.
Kesuksesan ini terbukti dengan diraihnya predikat Desa Mandiri Sampah dan Desa Proklim Utama tingkat nasional oleh Desa Muntang. Ibu Roro memberikan pesan reflektif bagi kita semua: jangan menunggu kaya atau mampu untuk berkarya. Keberhasilan dalam menjaga lingkungan berawal dari kemauan individu untuk bergerak, karena tindakan sederhana hari ini akan menentukan kualitas hidup anak cucu kita di masa depan. (Fattah Zakaria)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....