Duta Gemar Membaca Dorong Budaya Literasi lewat Edukasi Masyarakat

  • 06 Jul 2026 15:57 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Purwokerto - Literasi tidak hanya sebatas kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga kemampuan memahami informasi serta menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Hal tersebut disampaikan peraih penghargaan Budaya Gemar Membaca Provinsi Jawa Tengah kategori Duta Baca 2025 sekaligus Duta Literasi Inklusi Keuangan OJK Purwokerto, Nofiya Dwi Pangesti, S.Pd.I., M.Pd. Melalui perannya sebagai pegiat literasi, Nofiya aktif mengedukasi masyarakat untuk meningkatkan budaya literasi.

Menurut Nofiya, seseorang belum dapat dikatakan memiliki kemampuan literasi hanya karena mampu membaca dan menulis. Literasi juga mencakup kemampuan memahami apa yang dibaca dan ditulis sehingga informasi yang diperoleh dapat dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari.

Selama menjalankan tugas sebagai Duta Literasi Inklusi Keuangan OJK Purwokerto pada 2025, Nofiya telah melaksanakan 51 kegiatan edukasi dengan total 3.850 peserta di wilayah Purwokerto dan Kabupaten Banyumas. Selain itu, ia juga mendirikan Rumah Belajar Bintang Ilmu sebagai taman bacaan masyarakat sekaligus ruang belajar bagi anak-anak. "Saya tidak hanya memberikan edukasi di lingkungan yang jauh dari rumah, tetapi juga mengutamakan lingkungan di sekitar tempat tinggal saya," ungkapnya dalam dialog Indonesia Cerdas Pro 1 RRI Purwokerto.

Motivasi tersebut berangkat dari pengalaman pribadinya saat kecil yang mengalami keterbatasan akses terhadap buku dan sumber belajar di luar sekolah. Pengalaman itu mendorongnya mendirikan Rumah Belajar Bintang Ilmu agar anak-anak dapat lebih mudah mengakses bacaan dan memperoleh ruang belajar yang nyaman tanpa harus pergi jauh.

Selain mendorong budaya membaca, Nofiya juga mengampanyekan pentingnya literasi keuangan sebagai bagian dari literasi yang dibutuhkan masyarakat. Menurutnya, literasi keuangan menjadi bekal penting, terutama bagi perempuan, dalam mengelola keuangan keluarga, merencanakan masa depan, serta menanamkan kebiasaan finansial yang baik kepada anak-anak.

Di akhir perbincangan, Nofiya mengajak masyarakat untuk tidak berhenti belajar dan memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar. Ia juga menekankan pentingnya keteladanan dalam mengedukasi masyarakat. "Action speaks louder than words. Seribu kata-kata atau perintah yang kita ucapkan bisa runtuh ketika tindakan yang kita tunjukkan tidak mencerminkan apa yang kita ucapkan," tuturnya. (Kartika)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....