Pisahkan Rekening Pribadi dan Bisnis untuk Jaga Kesehatan Keuangan Usaha

  • 04 Jul 2026 14:13 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Purwokerto - Pelaku usaha disarankan memisahkan rekening pribadi dan rekening bisnis guna menciptakan pengelolaan keuangan yang lebih sehat. Langkah sederhana tersebut dinilai mampu membantu pemilik usaha mengontrol arus kas sekaligus mencegah tercampurnya kebutuhan pribadi dengan operasional bisnis.

Praktisi Tax and Finance, Cindhita Mahardika, mengatakan kebiasaan mengambil uang usaha secara acak untuk kebutuhan pribadi dapat mengaburkan kondisi keuangan bisnis. Akibatnya, pelaku usaha sulit mengetahui apakah usahanya benar-benar menghasilkan keuntungan atau justru mengalami masalah keuangan.

"Kalau owner tidak digaji secara resmi, nanti kebutuhan pribadinya diambil sedikit-sedikit dari kas usaha. Saat kas kurang, ditambal lagi pakai uang pribadi. Akhirnya keuangan bisnis menjadi tidak sehat dan tidak bisa diukur," katanya.

Menurut Cindhi, pemisahan rekening menjadi langkah awal yang wajib dilakukan, bahkan sejak bisnis pertama kali dijalankan. Rekening usaha digunakan khusus untuk seluruh transaksi operasional, sedangkan rekening pribadi hanya digunakan setelah pemilik menerima gaji yang telah ditetapkan.

"Cara paling gampang dan wajib adalah memisahkan rekening bank. Rekening usaha untuk seluruh aktivitas bisnis, kemudian setiap akhir bulan transfer gaji ke rekening pribadi," ujarnya.

Ia menegaskan sistem penggajian pemilik usaha tidak perlu menunggu omzet besar atau stabil. Justru dengan menetapkan gaji sejak awal, pelaku usaha dapat mengevaluasi apakah harga jual, biaya operasional, maupun volume penjualan sudah mampu menopang keberlangsungan usaha.

"Kalau kas belum cukup menggaji owner, berarti ada yang harus dievaluasi. Bisa jadi harga jualnya terlalu murah atau penjualannya yang perlu ditingkatkan," ucapnya.

Cindhi menambahkan, memberikan gaji kepada diri sendiri juga merupakan bentuk apresiasi atas kerja keras membangun usaha. Menurutnya, pelaku usaha tetap membutuhkan penghargaan agar memiliki motivasi menjaga konsistensi dan mengembangkan bisnis dalam jangka panjang.

"Bisnis itu hanya alat untuk memperoleh kekayaan. Jangan sampai kita terus berkorban demi bisnis, tetapi tidak pernah menikmati hasilnya untuk diri sendiri," pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....