Keikhlasan Diuji saat Berbuat Baik kepada Orang yang Menyakiti

  • 24 Jun 2026 09:07 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Purwokerto – Sikap ikhlas dinilai menjadi salah satu kunci penting dalam membangun hubungan sosial yang sehat di tengah masyarakat. Keikhlasan justru diuji ketika seseorang tetap berbuat baik kepada pihak yang pernah mengecewakan atau menyakitinya.

Hal tersebut disampaikan Ustaz Sofiullah saat menjawab pertanyaan pendengar bernama Pak Kiat dalam program Mutiara Pagi RRI Purwokerto. Penanya menyoroti fenomena sebagian orang yang terlihat akrab ketika membutuhkan bantuan, tetapi menjauh setelah kebutuhannya terpenuhi.

Menanggapi hal tersebut, Sofiullah mengatakan situasi semacam itu merupakan bagian dari ujian kehidupan yang harus dihadapi dengan kesabaran dan keikhlasan. Menurutnya, nilai kebaikan seseorang tidak ditentukan oleh sikap orang lain, melainkan oleh niat yang mendasari perbuatannya.

"Bagaimana kita mau bersedekah kepada orang yang pelit kepada kita, justru di situlah nilai perjuangan dan keikhlasan kita diuji," katanya.

Ia menjelaskan banyak orang berbuat baik dengan harapan mendapatkan balasan atau pengakuan dari pihak lain. Padahal, dalam ajaran Islam, kebaikan seharusnya dilakukan semata-mata karena Allah, bukan untuk memperoleh keuntungan sosial maupun materi.

Menurut Sofiullah, sikap mengharapkan balasan sering kali menjadi sumber kekecewaan dalam hubungan antarmanusia. Karena itu, masyarakat perlu membangun pola pikir yang lebih berorientasi pada kemanfaatan dan ketulusan.

"Kita perlu bertanya kepada diri sendiri, apakah kebaikan yang kita lakukan karena Allah atau karena ingin dipuji dan mendapatkan balasan dari orang lain," ujarnya.

Ia berharap nilai keikhlasan dapat menjadi bagian dari karakter masyarakat yang ingin dibangun dalam Islam. Dengan demikian, hubungan sosial dapat berjalan lebih sehat dan tidak mudah dipengaruhi kepentingan pribadi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....