Psikolog UMP Sebut 'Me Time' Jadi Kunci Keharmonisan Pasangan yang Bekerja
- 17 Jun 2026 08:03 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Purwokerto - Fenomena pasangan suami istri yang sama-sama bekerja kini semakin marak di era modern. Meski memberikan keuntungan besar dari stabilitas finansial, kondisi ini membawa tantangan ganda berupa tekanan pekerjaan profesional dan tanggung jawab rumah tangga yang rentan memicu kelelahan emosional.
Dalam siaran program Ruang Psikologi di Pro 1 RRI Purwokerto beberapa waktu lalu, Psikolog dari Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP), Doktor Ugung Dwi Ario Wibowo.,S.Psi, MA mengingatkan pentingnya meluangkan waktu untuk diri sendiri atau me time. Sayangnya, sebagian pasangan masih menganggap me time sebagai bentuk egoisme atau tanda keretakan hubungan.
"Dalam dunia psikologi pernikahan, me time bukanlah upaya menghindar dari pasangan, melainkan ruang sadar untuk mengisi ulang energi emosional. Setiap individu, meskipun sudah terikat komitmen pernikahan, tetap memiliki kebutuhan personal yang wajib dipenuhi secara mandiri agar kesehatan mentalnya tetap terjaga," ujar Dr. Ugung
Menurut Dr. Ugung, ada empat manfaat krusial dari me time yang berdampak langsung pada keharmonisan rumah tangga pasangan bekerja:
1. Menjaga Stabilitas Emosi
Meluangkan waktu untuk menenangkan diri membuat seseorang lebih mampu mengontrol emosi, menghindari ledakan amarah, dan berpikir lebih rasional. Tanpa adanya ruang pribadi, beban emosi yang menumpuk akibat lelah bekerja bisa memicu pertengkaran kecil yang berulang di rumah.
2. Mencegah Kejenuhan (Burnout) Pernikahan
Kondisi burnout atau stres berat tidak hanya terjadi di lingkungan kerja, tetapi juga bisa melanda institusi pernikahan. Menjalani rutinitas padat setiap hari tanpa jeda sangat rentan memicu kejenuhan. Di sinilah me time berfungsi sebagai tombol reset agar mental kembali segar.
3. Meningkatkan Kualitas Hubungan
Menariknya, memberikan ruang pribadi justru bisa mempererat ikatan pernikahan. Ketika suami dan istri kembali dari waktu personalnya dengan energi yang lebih positif, mereka akan menjadi sosok yang lebih sabar, lebih empatik, dan lebih siap membangun komunikasi yang sehat.
4. Mendukung Kesehatan Mental Bersama
Kesehatan jiwa antar-pasangan saling memengaruhi satu sama lain. Me time yang berkualitas terbukti dapat mengurangi kecemasan dan memperbaiki kualitas tidur. Dengan kata lain, merawat diri sendiri merupakan bagian dari investasi merawat pernikahan.
Agar me time berjalan efektif tanpa menimbulkan salah paham, Dr. Ugung membagikan beberapa tips praktis bagi pasangan yang sibuk bekerja:
Jadwalkan Secara Rutin: Tidak perlu durasi yang lama, cukup alokasikan waktu sekitar 30 hingga 60 menit sehari untuk melakukan aktivitas sederhana seperti membaca buku atau berjalan santai.
Saling Bergantian Tugas: Bagi pasangan yang sudah memiliki anak, komunikasikan pembagian peran secara adil agar bisa bergantian menjaga anak saat salah satu pihak sedang menikmati waktu pribadinya.
Tetapkan Batas yang Sehat: Me time bukan berarti menghilang tanpa kabar. Tetap jaga komunikasi dasar agar pasangan di rumah merasa aman dan dihargai.
Kombinasikan dengan Waktu Berkualitas (Quality Time): Selain waktu sendiri, imbangi dengan waktu intim berdua tanpa gangguan pekerjaan, seperti menonton bioskop atau sekadar minum kopi bersama.
Dr. Ugung memperingatkan bahwa mengabaikan ruang pribadi dalam jangka panjang dapat menurunkan kualitas hubungan secara drastis, membuat pasangan mudah tersinggung, hingga memicu konflik yang lebih besar.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....