Super App Polri Pangkas Antrean lewat Sentuhan Jari

  • 10 Jul 2026 08:21 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Purwokerto – Pukul empat pagi, jalanan Purwokerto masih gelap ketika dulu Budi Priatno (52) warga Purwokerto, harus sudah beranjak dari rumah. Tujuannya satu: mengejar antrean pengurusan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) dan pembuatan SIM di Polresta Banyumas sebelum matahari terik demi menghindari barisan warga mengular hingga ke halaman. Membawa map berisi fotokopi KTP, kartu keluarga, dan pas foto, ia kerap harus bolak-balik karena satu dua berkas kurang lengkap. Bagi warga dari pelosok seperti Wangon, Cilongok, atau Ajibarang, satu urusan administrasi bisa merenggut waktu kerja seharian penuh, ditambah ongkos transportasi yang tak sedikit.

Kini, cerita itu tinggal kenangan. Karena sekarang, Budi hanya perlu mengunggah dokumen dari rumah lewat aplikasi Super App Polri, tanpa antre di pagi buta. "Alhamdulillah, sekarang buat SKCK dan SIM lewat Super App Polri. Tinggal upload dokumen dari rumah, nggak perlu antre pagi-pagi. Prosesnya cepat dan transparan," ujarnya sambil memamerkan aplikasi Super App Polri di Handphone pintarnya.

Pengalaman Budi adalah satu dari ribuan babak baru dalam transformasi digital Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri). Super App Polri hadir sebagai platform satu pintu yang meleburkan berbagai layanan yang dulu tersebar di aplikasi dan meja loket berbeda: pengajuan SKCK, laporan polisi daring, pemantauan status pengaduan secara real time, perpanjangan SIM, hingga panggilan darurat 110. Semangatnya sejalan dengan visi Polri Presisi prediktif, responsif, dan transparan menjawab keluhan lama masyarakat atas pelayanan yang lambat dan berbelit.

Aplikasi ini menggantikan sejumlah aplikasi dan mekanisme manual yang selama ini berjalan sendiri-sendiri, sekaligus menjawab keluhan klasik masyarakat: pelayanan konvensional yang lambat, berbelit, dan minim transparansi. Proses yang dulu memakan waktu berhari-hari kini bisa rampung dalam hitungan menit bukan hanya menghemat waktu dan biaya, tetapi juga menumbuhkan kembali kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian.

Di Banyumas, transformasi ini digarap serius. Di bawah kepemimpinan Kapolresta Kombes Pol Petrus Parningotan Silalahi, S.H., S.I.K., M.H., Polresta Banyumas menjadi salah satu wilayah paling aktif mensosialisasikan aplikasi ini sejak awal 2026, dengan puluhan sesi menjangkau berbagai lapisan masyarakat. Dalam momen Silaturahmi Kapolresta Banyumas dengan Awak Media, beberapa bulan lalu tepatnya Rabu (18/2/2026), melalui Kabag Ops Polresta Banyumas AKP I Putu Asti Hermawan menjelaskan bahwa Super App yang telah memasuki tahun kelima pengembangan itu terus disempurnakan setiap tahun. Memasuki 2026, dua fitur baru ditambahkan: layanan laporan kepolisian online dan laporan kehilangan online, agar akses layanan tak lagi terbatas ruang dan waktu.

"Super App Polri adalah manifestasi nyata Polri Presisi. Dulu masyarakat harus menghadapi antrean panjang dan proses yang rumit. Kini kami ingin mereka merasakan pelayanan yang cepat, mudah diakses, dan akuntabel. Di Banyumas, kami tidak hanya mensosialisasikan, tetapi juga mendampingi warga, khususnya kelompok rentan seperti lansia dan pelaku UMKM," kata Hermawan.

Angka-angka menopang klaim itu. Data internal Polresta Banyumas hingga Juni 2026 mencatat lebih dari 70 persen pengajuan SKCK kini dilakukan secara digital, dengan waktu verifikasi awal rata-rata kurang dari 30 menit. AKP I Putu Asti Hermawan menyebut fitur pemantauan progres atau tracking sebagai terobosan krusial. "Dengan fitur ini, tidak ada lagi ruang untuk praktik yang kurang transparan. Setiap tahap dapat dipantau langsung oleh masyarakat, sehingga kepercayaan publik meningkat. Kami targetkan tahun ini 90 persen layanan administrasi di Polresta Banyumas dapat diakses secara digital," tegasnya.

Manfaat itu dirasakan lintas generasi dan profesi. Ahmad, warga Wangon yang semula gagap teknologi, mengaku kini terbantu setelah didampingi langsung oleh Kapolsek setempat. "Aplikasinya user-friendly banget. "Saya yang awalnya takut teknologi, setelah dijelaskan Kapolsek langsung paham. Sekarang urusan SIM dan SKCK jadi mudah," katanya. Sementara itu, Dedi (21) mahasiswa Universitas Wijayakusuma, menyoroti sisi transparansi: "Super App ini benar-benar Presisi! Bisa pantau status pengaduan secara real-time. Polresta Banyumas semakin dekat dengan masyarakat." Sedangkan Rina, pelaku UMKM asal Sokaraja, merasakan dampak langsung pada usahanya. "Dulu harus bolak-balik ke Polresta, sekarang cukup dari HP. Hemat waktu dan bensin. Terima kasih Polri," ujarnya.

Dampak sosialnya tak berhenti pada kemudahan pribadi. Penghematan waktu tiga hingga lima jam per urusan, membuka ruang produktif bagi warga terutama dari desa yang jauh dari pusat kota. Transparansi proses turut mengikis kecurigaan yang dulu membayangi layanan publik, sementara sosialisasi masif mendorong literasi digital di kalangan menengah ke bawah dan lansia kelompok yang selama ini kerap tertinggal dalam arus digitalisasi.

Namun jalan menuju layanan yang sepenuhnya digital tidak selalu mulus. Keterbatasan akses internet di daerah terpencil seperti sebagian wilayah Cilongok dan Ajibarang, ditambah kecanggungan sebagian warga terutama lansia terhadap teknologi baru, masih menjadi tantangan nyata di lapangan. Polresta Banyumas meresponsnya dengan pendekatan hibrida: sosialisasi tatap muka hingga ke tingkat kecamatan dan desa, layanan helpdesk di kantor polsek, serta pendampingan langsung oleh petugas bagi warga yang belum terbiasa menggunakan aplikasi. Pendekatan ini memastikan digitalisasi tidak meninggalkan kelompok yang paling rentan tertinggal.

Lebih dari sekadar aplikasi, Super App Polri di Banyumas menjelma menjadi instrumen perubahan sosial yang mendemokratisasi akses terhadap pelayanan kepolisian dari kota hingga pelosok, dari generasi muda yang melek gawai hingga lansia yang dituntun perlahan mengenal teknologi. "Kami terus mendengar masukan masyarakat. Super App ini akan terus disempurnakan agar semakin inklusif. Ini langkah nyata Polri untuk Indonesia yang lebih maju, Super App Polri Pangkas Antrean lewat Sentuhan Jari." pungkas AKP I Putu Asti Hermawan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....