Berkata Baik atau Diam: Senjata Anti Cyberbullying di Era Digital

  • 12 Jun 2026 13:48 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Purwokerto - Di tengah hiruk pikuk media sosial dan derasnya informasi, lisan kita seringkali menjadi pedang bermata dua. Kata – kata yang terucap bisa membangun jembatan persaudaraan, namun tak jarang pula merobohkan silaturahmi hingga memicu perpecahan.

Dalam program Tasbih Pro 2 RRI Purwokerto membahas topik “Berkata Baik atau Diam” menghadirkan Yogi Ikhlas Saputra, S.Pd., seorang staf LPPI Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP), yang menekankan bahwa menjaga lisan adalah suatu kewajiban didalam islam.

Dalam dialog tersebut, yogi mengutip hadis yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dan Bukhari ‘barangsiapa yang dia beriman kepada allah dan hari akhir, maka berkatalah yang baik atau diam’ ia menegaskan bahwa ajaran ini melampaui ucapan lisan semata.

Ditengah era digitalisasi, perintah untuk berkata baik atau diam juga mencakup ketikan. Ia memperingatkan bahwa menyakiti hati seseorang termasukk melalui praktik seperti body shaming atau mencela, merupakan perbuatan yang dilarang agama.

Bagian inti dalam pembahasan ini adalah sebagai peringatan mengenai konsekuensi ucapan buruk yang tidak diselesaikan di dunia. Yoga menjelaskan konsep “orang-orang yang bangkrut di yaumil akhir”

Menurut hadis yang ia sampaikan, orang – orang yang bangkrut ini adalah mereka yang datang pada hari kiamat dengan membawa pahala shalat, puasa dan sedekah yang sangat besar. Namun, pahala ini akan diambil dan dilimpahkam kepada orang – orang yang pernah mereka zalimi, ejek, gunjing atau sakiti hatinya. Jika pahala kebaikan telah habis, maka dosa – dosa orang yang diejek akan dilimpahkan kepada orang yang menjelek-jelekan.

“Hubungan dengan sesama manusia harus diselesaikan di dunia, karena jika tidak, ia akan dipertanggungjawabkan hingga akhirat. Jadi, penting sekali sikap taqwa (kehati-hatian) dalam setiap perkataan yang dilontarkan, karena segala sesuatu akan dimintai pertanggungjawaban oleh Allah,” terangnya.

Yoga juga mengajak masyarakat untuk beintrospeksi. Jika seseorang terlanjur berbuat zalim melalui ucapan atau tulisan, wajib untuk segera bertaubat kepada allah dan meminta maaf kepada orang yang pernah disakiti di dunia, sebelum datangnya pengadilan di akhirat.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....