Beyond Tolerance: ketika Perbedaan Menjadi Kekuatan
- 15 Jun 2026 08:26 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Purwokerto – Sikap toleransi dinilai tidak lagi cukup untuk menjawab tantangan kehidupan di tengah masyarakat yang semakin beragam. Generasi muda perlu memiliki sikap yang lebih inklusif, tidak hanya menerima perbedaan, tetapi juga mampu berkolaborasi dan menciptakan hal-hal positif dari keberagaman tersebut. Hal itu disampaikan Rektor Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP), Prof. Dr. Jebul Suroso, dalam dialog Moderasi Beragama di RRI Purwokerto bertema Beyond Tolerance: Cara Kampus Kebinekaan Melahirkan Gen Z Inklusif.
Menurut Prof. Jebul, toleransi pada dasarnya berarti membiarkan atau menerima adanya perbedaan. Namun, di era saat ini diperlukan langkah yang lebih jauh. “Berangkat dari toleransi itu kan awal mula kata tolerare. Itu artinya kita membiarkan, bersabar atas segala sesuatu dan kita biarkan itu terjadi. Nah, kemudian kita berpikir era sekarang kita mesti beyond. Bukan hanya membiarkan, tetapi kita harus ada aksi,” ujarnya.
Ia menjelaskan, keberagaman perlu dikelola agar menghasilkan dampak positif. “Sesuatu yang berbeda tidak hanya kita biarkan, tetapi perlu ada aksi supaya yang beragam itu menjadi cantik, yang beragam itu menjadi punya dampak yang bagus, yang beragam itu kita orkestrasi dengan menarik sehingga nantinya akan melahirkan hal-hal baru,” kata Prof. Jebul.
Prof. Jebul menilai sikap inklusif menjadi penting karena Generasi Z akan hidup dalam lingkungan yang semakin terbuka. “Pergaulan Gen Z hari ini dan ke depan juga akan sangat luas. Lapangan pekerjaan mereka, rezeki mereka itu juga akan sangat luas. Mereka akan ketemu dengan berbagai komunitas,” ujarnya.
Karena itu, mahasiswa perlu dibiasakan untuk mengenal dan berinteraksi dengan berbagai perbedaan selama menempuh pendidikan. “Bukan hanya mereka akan membiarkan perbedaan itu, tetapi mereka masuk di dalamnya untuk berkolaborasi dengan perbedaan. Prinsipnya adalah kita menyiapkan mereka untuk baik survive saat kuliah dan juga mereka itu bisa eksis sukses ketika sudah lulus dari kampus,” katanya.
Dalam kesempatan yang sama, Prof. Jebul juga mengingatkan pentingnya menjaga nilai kemanusiaan di tengah perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan (AI). “Menurut saya di era sekarang memanusiakan manusia itu yang penting. Kalau kita sudah menghargai orang lain, sebeda apa pun mereka, seperti apa pun mereka, latar belakang budaya, agama, maka di situlah titik di mana kita tidak merasa lebih dibandingkan yang lain,” tuturnya.
Ia menegaskan bahwa perbedaan bukan ancaman, melainkan kekuatan yang perlu dirawat bersama. “Perbedaan itu indah dan perbedaan akan membuat kita kuat,” pungkasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....