Keterampilan Politis di Tempat Kerja, Faktor Penting yang Mempercepat Karier

  • 10 Jun 2026 14:33 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, PURWOKERTO – Keberhasilan seseorang di dunia kerja tidak hanya ditentukan oleh kemampuan teknis atau hard skill semata. Kemampuan membangun hubungan yang baik, memahami situasi kantor, menyelesaikan konflik dengan bijak, dan berkomunikasi secara efektif juga menjadi faktor penting yang dapat mendukung perkembangan karier secara profesional.

Hal tersebut disampaikan Psikolog Imam Faisal H., S.Psi., M.A. dalam program Ruang Psikologi RRI Purwokerto yang membahas keterampilan politis di tempat kerja. Menurutnya, keterampilan politis atau political skill sering kali disalahartikan sebagai upaya mencari muka atau melakukan intrik di lingkungan kerja.

"Political skill itu sifatnya netral. Misalnya tujuan kita baik, yang ini akan menjadi baik. Jika misalnya buruk, ya ini tentu akan jadi buruk," ujar Imam.

Ia menjelaskan, banyak orang beranggapan bahwa prestasi kerja hanya ditentukan oleh kompetensi teknis. Padahal, sejumlah penelitian menunjukkan bahwa perkembangan karier seseorang juga dipengaruhi oleh kemampuan sosial yang dimilikinya.

Menurut Imam, hard skill memang menjadi modal utama untuk memasuki dunia kerja. Namun, ketika seseorang sudah berada dalam organisasi, berbagai dinamika hubungan antarmanusia akan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari pekerjaan sehari-hari.

"Kompetensi penting sebagai profesional memang perlu sebagai pembuka. Akan tetapi, dalam dunia kerja itu banyak hal, banyak dinamika yang kemudian terjadi di dalamnya," katanya.

Lebih lanjut, Imam menjelaskan terdapat empat dimensi utama dalam keterampilan politis yang dapat dikembangkan oleh pekerja. Pertama, kemampuan mengamati situasi atau melakukan asesmen terhadap lingkungan kerja, termasuk memahami karakter rekan kerja, atasan, serta budaya organisasi.

Kedua, kemampuan membangun jejaring atau networking. Menurutnya, relasi yang baik tidak hanya dibangun saat bekerja, tetapi juga melalui interaksi di luar jam kerja yang dapat memperkuat hubungan antarkaryawan.

Ketiga, kemampuan persuasi atau memengaruhi orang lain secara positif. Sementara dimensi keempat adalah kemampuan memberikan apresiasi dan perhatian kepada orang lain.

Imam menegaskan bahwa keterampilan politis bukanlah kemampuan yang hanya dimiliki sebagian orang. Sama seperti keterampilan lainnya, kemampuan tersebut dapat dilatih.

"Kita bisa mulai dengan belajar mengamati lingkungan kerja, memperluas relasi, meningkatkan kemampuan komunikasi, dan membangun hubungan yang positif dengan rekan kerja," ujarnya. Ia menambahkan, keterampilan politis yang digunakan secara tepat dapat membantu seseorang berkolaborasi lebih baik, mengurangi konflik, serta mendukung terciptanya lingkungan kerja yang sehat dan produktif.

Pada akhirnya, kemampuan teknis dan kemampuan sosial perlu berjalan beriringan. Dengan keseimbangan keduanya, seseorang tidak hanya mampu menjalankan pekerjaannya dengan baik, tetapi juga memiliki peluang lebih besar untuk berkembang dan bertahan dalam dinamika dunia kerja yang terus berubah.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....