Dolar AS Menguat, Masyarakat Perlu Cermat Mengelola Keuangan
- 03 Jun 2026 11:29 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID. Purwokerto, RRI – Penguatan nilai tukar Dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah memberikan dampak yang beragam bagi masyarakat Indonesia. Kondisi ini tidak hanya memengaruhi pelaku usaha dan industri yang bergantung pada impor, tetapi juga berimbas pada harga barang kebutuhan sehari-hari serta biaya pendidikan dan perjalanan ke luar negeri.
Hal tersebut disampaikan Pengamat Ekonomi Unsoed Purwokerto, Prof. Dr. Ade Banani, M.M.S, dalam dialog interaktif Purwokerto Menyapa Pro 1 RRI Purwokerto bertema “Dolar AS Menguat, Apa Dampaknya Bagi Masyarakat?”.
Menurut Prof. Ade Banani, penguatan dolar membuat biaya impor bahan baku dan barang jadi menjadi lebih mahal. Akibatnya, sejumlah sektor usaha berpotensi menaikkan harga jual produk kepada konsumen.“Ketika dolar menguat, biaya impor meningkat. Dampaknya bisa dirasakan masyarakat melalui kenaikan harga barang yang menggunakan bahan baku impor,” ujarnya.
Ia menjelaskan, sektor yang paling rentan terdampak antara lain industri manufaktur, elektronik, otomotif, serta usaha yang masih bergantung pada bahan baku dari luar negeri. Selain itu, masyarakat yang memiliki kebutuhan pembayaran dalam mata uang dolar juga akan merasakan beban yang lebih besar.
Di sisi lain, penguatan dolar juga dapat memberikan keuntungan bagi eksportir. Produk Indonesia yang dijual ke luar negeri menjadi lebih kompetitif sehingga berpotensi meningkatkan pendapatan pelaku ekspor.“Bagi eksportir, kondisi ini justru bisa menjadi peluang karena penerimaan dalam dolar akan lebih besar ketika dikonversi ke rupiah,” kata Prof. Ade.
Prof. Ade mengimbau masyarakat agar lebih bijak dalam mengelola keuangan di tengah fluktuasi nilai tukar. Masyarakat juga disarankan mengutamakan penggunaan produk dalam negeri untuk membantu menjaga stabilitas ekonomi nasional.
Sementara itu, Kepala Bidang Pengembangan Perdagangan dan Perlindungan Konsumen Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Banyumas, Wiwid Wijayadi, ST, M.Si, menegaskan pemerintah terus melakukan pemantauan terhadap pergerakan harga barang di pasaran guna menjaga daya beli masyarakat.
Melalui pemahaman yang baik terhadap kondisi ekonomi global, masyarakat diharapkan mampu mengambil keputusan keuangan yang lebih tepat dan adaptif terhadap perubahan nilai tukar mata uang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....