PUG Bukan Saingan, tapi Strategi Saling Menguatkan
- 10 Agt 2026 18:08 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Purwokerto-Pengarusutamaan Gender atau PUG bukan upaya menempatkan perempuan sebagai pesaing laki-laki, melainkan strategi untuk memastikan kebutuhan dan perspektif laki-laki maupun perempuan terakomodasi secara adil dalam pembangunan. Hal tersebut disampaikan Ketua Satgas PPKPT Universitas Wijayakusuma atau UNWIKU, Dr. Esti Ningrum, S.H., M.Hum., dalam program Pengarusutamaan Gender Pro1 RRI Purwokerto, Senin (10/8/2026).
Esti mengatakan, masih terdapat anggapan bahwa pembahasan kesetaraan gender identik dengan perjuangan perempuan untuk menyamai laki-laki. Menurutnya, pemahaman tersebut perlu diluruskan karena PUG justru menempatkan laki-laki dan perempuan sebagai mitra yang saling melengkapi dalam proses pembangunan.
"PUG ini memasukkan perspektif baik dari sisi laki-laki maupun perempuan di semua kebijakan. Jadi kebijakan ini tidak hanya merespons laki-laki atau perempuan saja, tetapi kebutuhan keduanya diakomodasi secara keseluruhan," ujar Esti.
Ia menjelaskan, perspektif gender perlu diintegrasikan sejak tahap perencanaan, penetapan, pelaksanaan, pemantauan hingga evaluasi kebijakan. Dengan demikian, pembangunan tidak hanya berorientasi pada satu kelompok, tetapi dapat memberikan manfaat secara lebih adil dan merata.
Esti menegaskan, PUG juga tidak berarti pembagian peran harus selalu 50 persen laki-laki dan 50 persen perempuan. Yang lebih penting adalah memastikan kebutuhan, akses, partisipasi, kontrol, dan manfaat pembangunan dapat dirasakan secara adil oleh seluruh masyarakat.
"Jadi bicara tentang PUG bukan bicara tentang perempuan saja, tetapi bicara secara keseluruhan karena dalam pembangunan tidak ada yang bisa kita tinggalkan. Semuanya harus berperan," katanya.
Menurut Esti, penerapan perspektif gender sejak awal perencanaan juga dapat membuat pembangunan lebih efektif dan efisien. Salah satu contohnya adalah penyediaan fasilitas publik yang mempertimbangkan kebutuhan perempuan, laki-laki, anak-anak, maupun penyandang disabilitas sejak tahap perencanaan.
Ia berharap pemahaman mengenai PUG terus disosialisasikan agar tidak muncul prasangka bahwa kesetaraan gender merupakan bentuk persaingan antara laki-laki dan perempuan. PUG justru menjadi strategi untuk membangun kerja sama yang setara sehingga tidak ada kelompok yang tertinggal dalam pembangunan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....