Hijrah dan Identitas Islam: Menjaga Nilai di tengah Arus Globalisasi
- 29 Mei 2026 09:41 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Purwokerto – Hijrah secara historis dan spiritual bukan sekadar peristiwa perpindahan fisik dari satu tempat ke tempat lain sebagaimana dicontohkan oleh Rasulullah SAW saat berpindah dari Mekkah ke Madinah, melainkan sebuah proses besar yang penuh makna, strategi, dan perencanaan yang matang serta berlandaskan pada keyakinan akan masa depan yang lebih baik secara lahir dan batin.
Dalam kehidupan sekarang, hijrah memiliki makna yang lebih luas, tidak hanya bermakna berpindah tempat secara fisik, tetapi juga sebagai simbol transformasi diri menuju kondisi yang lebih baik dari perilaku buruk menjadi baik, dari kehidupan yang lalai menjadi kehidupan yang lebih taat pada nilai-nilai keislaman. Hijrah juga bukan hanya diidentikan dengan perubahan lingkungan, namun memiliki makna yang lebih dalam, yaitu sebagai bentuk pembenahan diri yang mencerminkan identitas Islami secara nyata dalam kehidupan sehari-hari.
Identitas Islam juga kerap kali disalahpahami atau distereotipkan secara negatif, terutama di negara-negara Barat. Perempuan yang mengenakan hijab atau cadar, seringkali mengalami perlakuan curiga bahkan diskriminatif ketika berada di lingkungan asing.
”Ini menjadi tantangan tersendiri bagi umat Islam untuk terus memperkuat dan menunjukkan identitasnya secara positif, tanpa harus kehilangan esensi nilai-nilai agama yang penuh dengan kedamaian, toleransi, dan cinta kasih,” jelas Irham M. Azama, Lc., M.A, seorang Dosen Fakultas Ekonomi Bisnis Universitas Muhammadiyah Purwokerto, saat menjadi narasumber dalam program Tasbih di Pro2 RRI Purwokerto.
"Fenomena hijrah juga tengah populer di kalangan anak muda, tidak jarang muncul hijrah sebagai tren sosial. Pemuda Muslim untuk memahami hijrah bukan sekadar sebagai gaya hidup atau simbolisasi sesaat, melainkan sebagai gerakan hati yang tulus untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik dengan niat yang ikhlas karena Allah SWT," menurut Irham M. Azama, Lc., M.A.
Hijrah juga jangan hanya menjadi momen seremonial tahunan, melainkan menjadi gerakan hidup yang senantiasa menyemai nilai-nilai positif dalam setiap aspek kehidupan umat Islam, terutama generasi muda. Identitas Islami akan tampil bukan hanya dalam simbol-simbol luar, melainkan tumbuh kuat dari dalam hati, tercermin dalam perilaku, dan menjadikan umat Islam sebagai pribadi yang membawa cahaya dalam lingkungannya, serta mampu menampilkan Islam dalam wajahnya yang penuh rahmat, damai, dan penuh cinta kasih kepada seluruh ciptaan Tuhan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....