Inovasi dan Kreativitas yang Lahir dari Keterbatasan
- 27 Mei 2026 17:10 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Purwokerto - Keterbatasan fisik seringkali dipandang sebagai suatu hambatan bagi individu untuk dapat berkarya dan berkembang. Mereka yang memiliki kondisi Istimewa tersebut memang menjadi pihak yang paling membutuhkan dukungan dan perhatian dari keluarga, masyarakat sosial, dan pemerintah.
Adanya dukungan dan perhatian dari berbagai pihak tentunya tak lain agar dapat membentuk ruang sosial inklusif bagi seluruh kalangan tanpa memandang status, dengan begitu kehidupan yang sejahtera pun dapat tercipta. Agar dapat merealisasikan kehidupan yang ideal tersebut, perlu adanya kesediaan untuk dapat menerima eksistensi teman dan saudara kita terlebih dulu yang memiliki status sebagai penyandang disabilitas.
Dalam Dialog Suara Difabel Pro 1 RRI Purwokerto, yang menghadirkan pengajar di SD Negeri Pandansari Banyumas yaitu Andayati menceritakan perspektif dan pengalamannya selama membantu anak-anak difabel untuk mendapatkan pelayanan kesehatan dan pendidikan di daerahnya.
“Kami sering mendampingi anak-anak bahkan beberapa di antaranya juga orang dewasa yang secara izin Allah Swt. dipertemukan dengan kami untuk dibantu.” ujarnya
Andayati menambahkan bahwa selama mereka didengar dan dibantu, maka bukanlah hal yang tidak mungkin bahwa mereka pun dapat meraih mimpi dan cita-citanya sama seperti yang lain. Beberapa cerita menyentuh pun mulai didapatkan dari penyandang disabilitas yang telah mereka bantu sebelumnya.
Salah satu anak yang pernah didampingi proses pengobatannya oleh Andayati bernama Fian. Fian berasal dari Ciamis dan memiliki keterbatasan fisik pada kakinya. Meski begitu, Fian bercita-cita ingin menjadi pemain sepak bola.
Setelah banyak proses yang dilakukan untuk Fian, ia pun berhasil untuk bisa menjadi atlet renang di Solo. Kesempatan yang tentunya tidak disangka-sangka dan menjadi motivasi hidup baru bagi Fian untuk terus semangat berprestasi.
Menurut Andayati, aspek paling utama agar teman-teman disabilitas dapat sama-sama diberi kesempatan dan peluang untuk mencoba itu harus dituangkan dalam 2 bentuk dukungan:
1. Dukungan moral. Tentu ini adalah tantangan yang menjadi tugas bersama masyarakat sosial dalam merangkul teman-teman disabilitas untuk tidak merasa berkecil hati dan pesimis. Besarkan hati mereka dan teruslah mengajak mereka untuk menjadi bagian Masyarakat yang aktif dan kontributif.
2. Dukungan finansial. Poin kedua inipun tak kalah penting dari poin sebelumnya karena tidak menutup mata bahwa banyak teman-teman disabilitas itu datang dari kondisi keluarga yang tidak berkecukupan, sehingga sangat membutuhkan bantuan khususnya dari pemerintah.
“Pemerintah dapat lebih memperluas lapangan pekerjaan karena sesungguhnya mereka yang menyandang keterbatasan fisik juga sama-sama memiliki kompetensi yang mumpuni.” ujar Andayati ketika ditanya soal tantangan dunia kerja bagi penyandang disabilitas.
Terakhir ia berkata bahwa teman-teman disabilitas diharapkan tetap terus semangat dan berusaha untuk bisa meraih mimpi, mendapatkan pekerjaan yang layak, dan berbagai kesempatan lainnya. Catatan bagi keluarga, Masyarakat, dan pemerintah harus mampu menjadi pihak nomor satu untuk terus mendukung dan menyediakan fasilitas terbaik bagi mereka.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....