Radikalisme Dinilai Muncul dari Sikap Ekstrem dan Minim Dialog
- 21 Mei 2026 15:02 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Banyumas: Sikap radikal dinilai muncul dari pemahaman yang terlalu ekstrem serta ketidakmampuan mengelola perbedaan. Guru MA TQI Sambas Purbalingga, Ust. Hanu Permono, S.Pd.I., mengatakan radikalisme dapat berkembang melalui ucapan maupun tindakan fisik.
Dalam dialog Moderasi Beragama SPADA Pro 2 FM RRI Purwokerto. ia menjelaskan bahwa sikap radikal sering terlihat dari perilaku yang mudah menyalahkan kelompok lain dan merasa pandangannya paling benar. Menurutnya, fenomena tersebut banyak terjadi karena kurangnya pemahaman dan kebiasaan ikut-ikutan tanpa dasar ilmu yang kuat.
“Kadang orang terlalu cepat bereaksi, terutama di media sosial. Tangan lebih cepat daripada berpikir,” ujarnya, Selasa (19/05/26).
Hanu menilai anak muda perlu memperdalam wawasan agar tidak mudah terpengaruh pemikiran ekstrem. Sejarah perpecahan dalam berbagai kelompok terjadi karena perbedaan pandangan yang tidak diselesaikan melalui dialog.
Oleh karena itu, komunikasi dan diskusi menjadi langkah penting untuk mencegah konflik berkembang menjadi radikalisme. Ia juga menegaskan, perbedaan pendapat seharusnya tidak menjadi alasan untuk saling menjatuhkan.
Menurutnya, setiap orang memiliki sudut pandang berbeda yang perlu dihormati selama tidak mengganggu pihak lain. Tak hanya itu, Hanu juga mengajak generasi muda lebih bijak menggunakan media sosial dengan menyaring informasi sebelum bereaksi atau menyebarkannya.
“Intinya belajar dan menambah wawasan. Dengan begitu akan muncul sikap toleransi dan menghargai orang lain,” katanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....