Siap Menikah, Bukan Sekedar Siap Menggelar Pernikahan

  • 01 Sep 2026 14:04 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Purwokerto – Pernikahan terkadang dipandang sebagai momen istimewa yang perlu dipersiapkan secara matang. Namun, di balik persiapan tersebut, kesiapan untuk menjalani kehidupan setelah pernikahan menjadi hal yang tidak kalah penting. Hal ini menjadi pembahasan dalam program Ruang Psikologi Pro 1 RRI Purwokerto besama Kiki Rizky dan Ayu Kurnia S, S.Psi., M.Psi, dosen Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Purwokerto, pada Senin, 31 Agustus 2026.

Dengan mengusung tema “Sudah Siap Menikah atau Hanya Siap Mengadakan Pernikahan?”, program ini menyoroti pembahasan mengenai pentingnya mempersiapkan diri sebelum memasuki kehidupan pernikahan.

“Pernikahan itu gerbang awal menyatukan dua insan untuk melanjutkan kehidupan yang lebih bermakna setelah itu,” ujar Ayu.

Salah satu hal yang sering mejadi pertimbangan, khususnya bagi laki-laki, adalah kesiapan finansial. Kekhawatiran mengenai tempat tinggal, kebutuhan rumah tangga, hingga kemampuan memenuhi kebutuhan keluarga tidak jarang membuat seseorang menunda pernikahan.

Namun, kesiapan finansial tidak selalu ditentukan oleh besarnya tabungan atau nominal tertentu. Kesiapan tersebut lebih berkaitan dengan kemampuan seseorang dalam mengelola keuangan dan memiliki penghasilan yang stabil sehingga dapat merencanakan kebutuhan rumah tangga dengan baik.

Kemampuan mengendalikan diri juga menjadi bagian penting dalam kesiapan finansial. Seseorang perlu mampu membedakan kebutuhan dan keinginan serta tidak menghabiskan penghasilan hanya untuk memenuhi gaya hidup sesaat.

Selain finansial, kesiapan mental dan emosional menjadi bagian penting sebelum seseorang memutuskan untuk menikah. Dalam kehidupan rumah tangga, konflik menjadi suatu hal yang tidak dapat dihindari sehngga pasangan perlu memiliki kemampuan untuk menghadapinya.

Ayu menjelaskan bahwa terdapat sejumlah perilaku yang dapat menjadi “musuh” dalam pernikahan, seperti kritik yang menjatuhkan pasangan, penghinaan, sikap defensif ketika menghadapi kesalahan, serta sikap tidak peduli terhadap permasalahan yang terjadi dalam rumah tangga.

Karena itu, pasangan yang siap menikah perlu memiliki ketangguhan dalam menghadapi masalah serta kemampuan untuk mengelola emosi. Ketika konflik muncul, pasangan diharapkan mampu menghadapinya bersama, mengakui kesalahan, meminta maaf, dan mencari solusi tanpa memilih untuk melarikan diri dari masalah.

Kesiapan menikah tidak hanya menjadi persoalan laki-laki. Perempuan juga dapat memiliki berbagai kekhawatiran sebelum memasuki kehidupan rumah tangga, seperti kemampuan memasak, membersihkan rumah, hingga persoalan penampilan.

Menurut Ayu, berbagai kemampuan tersebut pada dasarnya dapat dipelajari dan dilakukan bersama setelah menikah. Hal yang paling penting adalah kemampuan menghadirkan ketenangan dan memiliki kecerdasan emosional dalam hubungan.

Pasangan juga perlu menjadi tempat aman bagi satu sama lain. Rumah diharapkan dapat menjadi tempat untuk beristirahat, berbagi cerita, dan menghadapi berbagai tekanan kehidupan tanpa merasa dihakimi.

Persiapan pernikahan memang penting, sehingga tidak seharusnya membuat seseorang lupa mempersiapkan kehidupan setelahnya. Tren di media sosial dapat membuat konsep pernikahan seolah menjadi standar tertentu yang harus dipenuhi, mulai dari konsep gedung, desain undangan, hingga berbagai detail wedding dream lainnya.

Padahal, pernikahan bukan hanya tentang acara akad dan resepsi yang dilaksanakan dalam satu hari. Pernikahan merupakan awal dari perjalanan panjang yang membutuhkan komitmen, kemampuan berkomunikasi, pengelolaan emosi, kesiapan finansial, dan visi bersama.

Ayu mengajak pasangan yang sedang mempersiapkan pernikahan untuk tidak hanya berfokus pada bagaimana menjadi pengantin yang sempurna, tetapi juga berusaha menjadi pasangan yang terbaik.

“Fokusnya ke diri kita menjadi pasangan yang tebaik,” pungkas Ayu.

Dengan demikian, kesiapan menikah bukan sekedar tentang memiliki cukup biaya untuk mengadakan pesta. Lebih dari itu, seseorang perlu mempersiapkan diei secara mental, emosional, finansial, serta memiliki komitmen untuk menjalani berbagai dinamika kehidupan bersama pasangan. (Tiara)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....