Mengatur Keuangan Ala Rasulullah: Membangun Kebiasaan Keuangan yang Berkah
- 21 Mei 2026 13:46 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Purwokerto - Manajemen keuangan merupakan sebuah keterampilan krusial dalam kehidupan yang sayangnya masih sangat jarang dipahami dan diterapkan secara sadar oleh generasi muda saat ini. Banyak mahasiswa dan usia produktif terjebak dalam gaya hidup konsumtif demi mengejar gengsi semata, seperti fenomena sewa gawai mewah hingga terjerat pinjaman daring akibat fomo.
Dalam dialog Tasbih Pro 2 RRI Purwokerto bersama Nurrohim, Lc., M.Hum dosen Komunikasi Penyiaran Islam UIN Saizu Purwokerto yang membahas tema “ Mengatur Keuangan Secara Efektif ala Rosulullah”.
“Teladan terbaik dalam mengelola aset finansial sebenarnya telah dicontohkan secara nyata oleh Nabi Muhammad SAW sejak usia muda,” tuturnya. Rasulullah sangat disiplin terhadap bagaimana mengelola keuangan, dibuktikan dengan mengumpulkan mahar pernikahan yang sangat fantastis senilai 20 unta dewasa di usia 25 tahun tanpa merepotkan keluarganya.
Dalam pandangan Islam, memburu kesuksesan duniawi sangat diperbolehkan asalkan dijalankan secara halal serta bertujuan untuk kemaslahatan ibadah dan sedekah. Ada tiga pilar utama dalam mengelola harta, yaitu fokus mencari penghasilan yang layak, mempertahankan aset dari perilaku boros, serta menginvestasikannya agar terus berkembang.
Strategi praktis seperti memisahkan dana darurat minimal sebesar tiga hingga enam kali jumlah pengeluaran bulanan inti sebelum mengalokasikannya ke investasi aman seperti emas. Selain itu, generasi muda menekan ego personal melalui prinsip istiqamah, yakni melakukan perubahan kebiasaan belanja yang hemat secara bertahap.
Pentingnya membangun value serta meningkatkan literasi keuangan selagi masih mempunyai banyak waktu luang. Dengan adanya perencanaan keuangan yang matang dan kemandirian finansial, seorang muslim dapat memberikan kontribusi sosial yang jauh lebih besar untuk masyarakat luas. (Khofifah)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....