Pendidikan Karakter dan Kolaborasi Keluarga

  • 20 Mei 2026 07:07 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Purwokerto — Pembentukan karakter anak membutuhkan kerja sama antara keluarga, sekolah, dan lingkungan yang sehat. Hal itu menjadi salah satu poin utama dalam dialog Pengarusutamaan Gender Pro 1 RRI Purwokerto bertema “Mothers Shape True Learners”, Senin (18/5/2026).

Sekretaris Program Pascasarjana UNUGHA, Dr. M. Khanif, M.Pd.B.I., mengatakan pendidikan karakter tidak dapat dibangun hanya melalui teori di sekolah. Anak memerlukan contoh nyata dari lingkungan terdekat, terutama orang tua di rumah.

Menurutnya, anak merupakan “perekam ulung” yang akan meniru kebiasaan dan perilaku orang dewasa di sekitarnya. Karena itu, orang tua juga harus terus belajar mengendalikan diri dan menjadi teladan yang baik.

Dosen Bahasa Inggris UNUGHA, Erina Hastuti, S.S., M.Pd., menambahkan bahwa rumah merupakan fondasi utama pendidikan karakter. Komunikasi yang baik antara orang tua dan anak harus dibangun sejak dini agar anak merasa aman untuk menyampaikan pendapat maupun masalah yang dihadapi.

Dalam sesi interaktif, salah seorang pendengar senior, Ibu Mun, membagikan pengalamannya menjaga komunikasi dengan anak sejak kecil. Ia menilai hubungan yang terbuka membuat anak lebih mudah diarahkan tanpa tekanan berlebihan.

Narasumber juga menekankan bahwa keberhasilan pendidikan anak tidak hanya ditentukan kecerdasan akademik, tetapi juga kemampuan sosial, adab, empati, dan daya juang menghadapi kehidupan.

Di akhir acara, narasumber mengingatkan bahwa ibu memiliki kekuatan doa yang besar bagi anak-anaknya. Dukungan ayah dalam rumah tangga juga dinilai menjadi bagian penting dalam membentuk generasi pembelajar sejati.





google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....