Beyond Tolerance, Kampus Dorong Generasi Muda Lebih Inklusif
- 11 Jun 2026 16:24 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Purwokerto – Di tengah keberagaman masyarakat Indonesia, sikap toleransi dinilai tidak lagi cukup untuk menjawab tantangan kehidupan sosial saat ini. Generasi muda perlu didorong untuk melangkah lebih jauh dengan membangun sikap inklusif yang mampu menghargai perbedaan sekaligus menciptakan kolaborasi yang bermanfaat bagi banyak orang atau beyond tolerance.
Konsep beyond tolerance menekankan pentingnya tindakan nyata dalam mengelola keberagaman. Perbedaan tidak hanya diterima atau dibiarkan ada, tetapi perlu diolah menjadi kekuatan yang menghadirkan dampak positif bagi masyarakat.
“Bukan hanya membiarkan, tetapi kita harus ada aksi. Sesuatu yang berbeda tidak hanya kita biarkan, tetapi perlu ada aksi supaya yang beragam itu menjadi cantik,” ujar Rektor Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) Prof. Dr. Jebul Suroso dalam dialog Moderasi Beragama Pro 1 RRI Purwokerto.
Lingkungan kampus memiliki peran penting dalam menanamkan nilai-nilai tersebut. Kampus menjadi ruang perjumpaan bagi mahasiswa dari berbagai daerah, budaya, negara, agama, maupun latar belakang sosial yang berbeda. Selain itu, kesempatan pendidikan juga perlu terbuka bagi semua kalangan, termasuk penyandang disabilitas.
Untuk membangun interaksi yang sehat, berbagai ruang kolaborasi perlu diciptakan. Kegiatan seperti festival budaya, kuliner internasional, pertunjukan seni, hingga keterlibatan masyarakat dan pelaku UMKM dapat menjadi sarana bagi mahasiswa untuk saling mengenal dan belajar menghargai perbedaan secara alami.
Prof. Jebul juga mengingatkan pentingnya literasi digital bagi generasi muda di era kecerdasan buatan dan media sosial. Gen-Z diharapkan mampu menyikapi perbedaan secara bijak, tidak mudah terjebak dalam polarisasi, serta tetap memegang teguh keyakinan masing-masing sambil menjaga persaudaraan dan menghormati sesama manusia. (Dwinanda)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....