Islam dan Kebebasan: antara Aturan dan Tanggung Jawab
- 04 Mei 2026 08:15 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Purwokerto - Secara umum, kebebasan sering kali diartikan sebagai kondisi tanpa batas. Sama halnya seperti umat Muslim, Islam memberikan kebebasan kepada umat-Nya. Namun, di Islam sendiri, konsep kebebasan memiliki makna yang berbeda dan lebih terarah.
Dalam dialog Tasbih Pro 2 RRI Purwokerto bersama M. Muamar, Lc., M.H – Dosen UMP berdialog membahas tema “Islam dan Kebebasan”.
Muamar menjelaskan bahwa Islam memang memberikan kebebasan kepada umat-Nya, tetapi tidak bersifat mutlak. Manusia diberi pilihan hidupnya, berbeda dengan makhluk lain. Namun, tetap memiliki tanggung jawa atas setiap perbuatannya.
“Manusia diberikan kebebasan, tapi bukan berarti tidak tanggung jawab, nanti akan dimintai pertanggungjawaban,” ungkapnya.
Ia juga mengungkapkan, dalam Islam sendiri istilah kebebasan berarti tetap berada dalam koridor aturan. Ada perintah yang harus dijalankan dan larangan yang harus ditinggalkan demi kebaikan manusia itu sendiri. “Dalam Islam itu bebas, tapi ada batasannya, bukan bebas sebebas-bebasnya,” tutur Muamar.
Kebebasan yang tanpa batas tentunya dapat menimbulkan dampak negatif, Muamar menyebutkan seseorang yang bebas tanpa aturan dapat mengalami hilang arah hidup, rusaknya moral, hingga munculnya perilaku yang merugikan diri sendiri maupun orang lain.
Pada dasarnya, Islam tetap memberikan ruang kebebasan, seperti dalam memilih pekerjaan dan berekspresi, selama tidak melanggar syariat. Kemudian kebebasan tersebut diiringi dengan kesadaran akan konsekuensi dari setiap pilihan.
Dengan demikian, kebebasan sejati dalam Islam adalah kebebasan yang bertanggung jawab. Manusia boleh menentukan pilihan hidupnya, tetapi tetap harus berada dalam batasan yang telah ditetapkan. (Helmalia)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....