Dimensi Kemanusiaan dalam Ritual Haji: Ibadah yang Meneguhkan Kesetaraan
- 01 Mei 2026 08:13 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID. Purwokerto — Ibadah haji tidak hanya dimaknai sebagai ritual spiritual semata, tetapi juga mengandung nilai kemanusiaan yang mendalam. Hal ini disampaikan oleh narasumber Ustaz Enjang Burhanudin Yusuf S dalam program Mutiara Pagi RRI Pro 1 Purwokerto. Menurutnya, seluruh rangkaian ibadah haji sejatinya mengajarkan prinsip kesetaraan dan solidaritas antarmanusia tanpa memandang latar belakang sosial, ekonomi, maupun kebangsaan.
“Ibadah haji itu menghapus sekat-sekat perbedaan. Semua jamaah mengenakan pakaian yang sama, melakukan ritual yang sama, sehingga tidak ada lagi status sosial di sana,” ujar Enjang.
Ia menjelaskan, penggunaan pakaian ihram menjadi simbol kuat kesederhanaan dan persamaan derajat manusia di hadapan Tuhan. Dalam kondisi tersebut, setiap individu hadir sebagai manusia yang setara, tanpa atribut duniawi.
Lebih lanjut, Enjang menekankan bahwa nilai kemanusiaan dalam haji juga tercermin dalam praktik kebersamaan dan kepedulian antarjamaah. Situasi di Tanah Suci menuntut setiap orang untuk saling membantu dan menghargai satu sama lain.
“Di sana kita belajar sabar, toleransi, dan saling peduli. Ini adalah pelajaran kemanusiaan yang sangat nyata,” katanya.
Ia menambahkan, esensi haji tidak berhenti pada pelaksanaan ritual, tetapi harus tercermin dalam perilaku setelah kembali ke tanah air. Nilai-nilai seperti kejujuran, empati, dan kepedulian sosial menjadi indikator keberhasilan ibadah haji seseorang.
“Sepulang dari haji, seharusnya seseorang menjadi pribadi yang lebih baik secara sosial, bukan hanya secara spiritual,” ujarnya.
Melalui pemahaman ini, masyarakat diharapkan tidak hanya melihat haji sebagai kewajiban ibadah, tetapi juga sebagai proses pembentukan karakter yang menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....