Digitalisasi Dakwah Jadi Keniscayaan di Era Media Baru
- 28 Apr 2026 16:30 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Purwokerto-Perkembangan teknologi digital mendorong perubahan signifikan dalam pola penyiaran dan dakwah di media radio. Hal ini disampaikan oleh Ustaz Dr. Enjang Burhanuddin Yusuf.,M.Pd saat membahas transformasi program dakwah di Radio Republik Indonesia.
Ia menjelaskan, digitalisasi menjadi langkah yang tidak bisa dihindari oleh lembaga penyiaran, termasuk dalam program dakwah seperti Mutiara Pagi. Perubahan dari sistem siaran berbasis telepon (by phone) ke platform digital seperti YouTube dinilai sebagai respons terhadap kebutuhan masyarakat saat ini.
“Kalau tidak mengimbangi kebutuhan masyarakat, maka akan tertinggal. Hari ini orang lebih nyaman mengakses konten dakwah melalui media sosial,” ujarnya.
Menurutnya, kondisi tersebut dipengaruhi oleh kemudahan akses internet serta perubahan kebiasaan konsumsi media, khususnya di kalangan generasi muda. Ia menambahkan, meskipun radio masih tersedia di perangkat ponsel, namun masyarakat cenderung memilih platform visual dan interaktif.
Ustaz Enjang juga membagikan pengalamannya dalam mengembangkan dakwah digital melalui komunitas Majelis Kopi Darussalam. Konten dakwah singkat yang diunggah ke media sosial mampu menjangkau hingga ribuan penonton dalam waktu singkat.
“Ketika satu menit konten bisa ditonton enam ribu orang, itu menunjukkan bahwa minat masyarakat terhadap dakwah di ruang digital sangat besar,” jelasnya.
Ia menegaskan, digitalisasi tidak hanya memperluas jangkauan dakwah, tetapi juga menjadi sarana efektif untuk menyampaikan pesan ke audiens yang lebih beragam tanpa batasan geografis.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....