Menjadi Manusia Berakhlak di Kehidupan Masyarakat
- 21 Jul 2026 08:59 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Purwokerto – Memuliakan sesama manusia merupakan kewajiban setiap muslim. Sikap tersebut dapat diwujudkan melalui saling menghormati, menolong, memenuhi hak orang lain, menjaga lisan, hingga memberikan nasihat dengan bijaksana. Hal itu diingatkan kembali oleh Ustaz K.H. Mintaraga Eman Surya, Lc., M.A. dalam siaran Mutiara Pagi Pro 1 RRI Purwokerto. Menurutnya, nilai-nilai tersebut tetap relevan di tengah hubungan sosial yang kerap diwarnai perbedaan pandangan dan kepentingan.
Ustaz Mintaraga mengajak masyarakat untuk membiasakan diri bergaul dengan akhlak yang baik. Ia menjelaskan bahwa akhlak mulia dapat diwujudkan melalui hal-hal sederhana, seperti bersalaman ketika bertemu, tidak merendahkan maupun meremehkan orang lain, saling membantu dalam urusan dunia dan akhirat, tidak dengki dan berburuk sangka, saling melindungi, serta memuliakan yang lebih tua dan menyayangi yang lebih muda.
Menurutnya, menjenguk orang sakit juga menjadi salah satu bentuk memuliakan sesama. Kepedulian tersebut dapat ditunjukkan dengan menjenguk keluarga, tetangga, maupun teman yang sedang sakit. Tidak sekadar datang, tetapi juga mendoakan kesembuhan. Jika belum sempat menjenguk secara langsung, doa tetap menjadi bentuk perhatian kepada sesama.
"Kalau kita tidak sempat menjenguk, paling tidak kita bisa mendoakan," tuturnya.
Selain itu, Ustaz Mintaraga menjelaskan bahwa saling menasihati juga merupakan bagian dari memuliakan sesama manusia. Menurutnya, nasihat merupakan bentuk anjuran sekaligus bagian dari dakwah. Meski demikian, seseorang perlu mempersiapkan diri dan memiliki bekal ilmu sebelum menasihati orang lain.
"Jika ada orang datang meminta nasihat, berilah dia nasihat. Masalah dia menerima atau tidak, itu urusan dia," ujarnya.
Di era digital, Ustaz Mintaraga juga mengingatkan pentingnya bersikap bijak dalam menyaring informasi. Ia mengimbau masyarakat untuk tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum jelas kebenarannya maupun konten yang menyesatkan. Menurutnya, media sosial sebaiknya dimanfaatkan untuk hal-hal yang bermanfaat, termasuk menyampaikan aspirasi dengan cara yang baik dan tetap mengedepankan etika.
Sebagai penutup, Ustaz Mintaraga mengingatkan bahwa akhlak mulia tidak cukup dipahami sebagai teori, tetapi harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari. Mulai dari menghormati sesama, menjenguk dan mendoakan orang sakit, memberikan nasihat dengan bijaksana, hingga menggunakan media sosial secara bertanggung jawab sebagai bagian dari upaya menjaga hubungan baik antarsesama. (Kartika)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....