Menemukan Ketenangan Hidup lewat Kedekatan Spiritual
- 28 Apr 2026 08:41 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Purwokerto - Keadaan perasaan yang terasa kosong meski terlihat baik-baik saja banyak dialami generasi muda saat ini. Hal ini tidak sedikit juga dipengaruhi oleh fokus terhadap pencapaian duniawi, sementara spiritual sering diabaikan. Dalam hal ini, media sosial juga memperbesar rasa gelisah karena seseorang mudah membandingkan hidupnya dengan orang lain, sehingga kehilangan rasa syukur dan sulit mengenali jati dirinya sendiri.
Dalam dialog TASBIH Pro 2 RRI Purwokerto kali ini hadir bersama Bayu Dwi Cahyono, M.Pd. – Dosen FAI UMP berdialog membahas tema yang berkaitan, yaitu ”Kunci Hidup Tenang, Cara Gen Z Menuju Kedekatan Ilahi” sebagai usaha untuk mencapai hidup yang berkualitas dan seimbang antara dunia dan spiritual.
Untuk mendapatkan hidup yang lebih tenang, seseorang perlu menyeimbangkan antara usaha dunia dan kedekatan dengan Tuhan. Salah satu cara sederhana yang disampaikan oleh Dosen FAI UMP tersebut adalah dengan meluangkan waktu di pagi hari untuk merencanakan aktivitas, lalu malam hari untuk mengevaluasi diri. Dengan begitu, seseorang dapat lebih memahami dirinya, memperbaiki kesalahan, dan menjalani hidup tanpa terus membandingkan diri dengan orang lain.
”Kalau kita ingin hidup tenang, jangan mengkomparasikan hidup kita dengan orang lain, tapi coba mengkomparasikan kita dengan usaha kita yang sudah kita lakukan. Ketika kita melakukan dua hal ini, pagi perencanaan, malamnya evaluasi, InsyaAllah hidup kita semakin hari semakin baik tanpa perlu mengkomparasikan dengan orang lain,” jelasnya.
Tidak hanya itu, Bayu juga menegaskan bahwa stres biasa berbeda dengan kehilangan arah hidup. Stres masih terjadi ketika seseorang tetap memiliki tujuan, hanya sedang lelah dalam prosesnya. Sedangkan kehilangan arah hidup terjadi ketika seseorang sudah tidak lagi memiliki tujuan yang ingin dicapai, sehingga hidup terasa berjalan tanpa makna.
Dengan demikian, ketenangan hidup pada dasarnya perlu untuk kita usahakan. Terutama untuk menghindari stres dan perasaan kosong padahal hidup sedang baik-baik saja. Melalui perencanaan dan evaluasi diri sendiri, ini diharapkan dapat dapat lebih memahami diri sendiri, memperbaiki kesalahan, dan menjalani hidup tanpa terus membandingkan diri dengan orang lain. (Helmalia)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....