Gerakan Ngapak Berdampak: Solusi Sampah dari Hulu Banyumas

  • 28 Mar 2026 12:06 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Banyumas: Masalah pengelolaan sampah di Kabupaten Banyumas memerlukan keterlibatan aktif generasi muda agar dapat terselesaikan secara berkelanjutan. Academic Forum di Pro 2 Purwokerto yang menghadirkan Habibi, mahasiswa hukum Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) sekaligus penggagas "Gerakan Ngapak Berdampak" pada Kamis (5/3/2026).

Dalam diskusi tersebut, Habibi mengungkapkan bahwa meskipun Banyumas telah memiliki sistem pengelolaan sampah yang baik di tingkat hilir, tantangan besar masih ditemukan di tingkat hulu atau sumber sampah, seperti rumah tangga dan sekolah. Ia menekankan pentingnya prinsip "3D" dicegah, dipilah, dan diolah untuk mewujudkan konsep Zero Waste di masyarakat.

Ide gerakan ini muncul setelah Habibi mengikuti Zero Waste Adventure Camp tingkat nasional yang diselenggarakan oleh Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) di Gunung Slamet pada tahun lalu. Pengalaman tersebut mendorongnya untuk menyusun Rencana Tindak Lanjut (RTL) yang relevan dengan kondisi lokal Banyumas.

"Gerakan Ngapak Berdampak hadir untuk membantu Banyumas menangani masalah persampahan di daerah hulu. Kami ingin memastikan sampah selesai di tempat asalnya, bukan sekadar berpindah masalah ke TPA," ujar Habibi.

Sebagai langkah awal, Habibi menargetkan SMA Negeri 1 Purwokerto sebagai proyek percontohan menuju sekolah bebas sampah (Zero Waste School). Pemilihan lokasi ini didasari oleh tanggung jawab moral sebagai alumni sekaligus upaya untuk membangun karakter siswa yang peduli ekologi melalui transfer of knowledge yang berkelanjutan.

Ia juga mengajak berbagai elemen, mulai dari pemerintah, akademisi, hingga pihak swasta, untuk berkolaborasi. Habibi berharap dana Corporate Social Responsibility (CSR) dari perusahaan-perusahaan di Banyumas dapat dialokasikan untuk edukasi dan aksi nyata pelestarian lingkungan.

Nama "Ngapak Berdampak" dipilih sebagai identitas jati diri warga Banyumas yang bangga akan budayanya namun tetap memiliki komitmen kuat terhadap kelestarian alam. Habibi berharap gerakan ini dapat melahirkan pemimpin-pemimpin muda baru yang memiliki visi ekologi yang sama di masa depan.

"Kalau kita tidak mulai sekarang, kita tidak akan pernah memulai. Kami hadir sebagai bentuk kontribusi nyata anak muda untuk lingkungan lokal kita sendiri," pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....