Al Qur’an dan Etos Kerja: 5 Pijakan untuk Meningkatkan Kinerja

  • 07 Mar 2026 13:18 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Purwokerto : Islam menempatkan bekerja sebagai ibadah untuk mencari rezeki dari Allah guna memenuhi kebutuhan hidupnya. Bekerja untuk mendapatkan rezeki yang halalan thayiban termasuk kedalam jihad di jalan Allah yang bilainya sejajar dengan melaksanakan rukun Islam. Dengan demikian bekerja adalah ibadah dan menjadi kebutuhan setiap umat manusia. Bekerja yang baik adalah wajib sifatnya dalam Islam.

Dalam dialog Religi Pagi Pro 1 RRI Purwokerto, membahas tema 5 Pijakan dalam Bekerja berdasarkan Al-Qur’an, bersama Ustaz Dr. KH. Mughni Labib, M.Si yang mengupas bagaimana nilai-nilai Islam dapat menjadi landasan kokoh dalam bekerja seperti yang tercermin dalam surat At-Taubah ayat 105

"Dan Katakanlah, 'Bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) Yang Mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia memberitakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.'" (QS. At-Taubah: 105)

Ustaz Mughni menjelaskan bahwa ayat ini memuat beberapa prinsip penting tentang bekerja, yaitu:

  1. Perintah untuk bekerja: Islam memotivasi umatnya untuk aktif, produktif, dan berkontribusi melalui pekerjaan.
  2. Kesaksian pekerjaan: Setiap pekerjaan manusia dilihat dan dicatat, baik oleh Allah maupun oleh orang-orang di sekitarnya.
  3. Pelaporan: Segala yang kita lakukan akan dilaporkan kepada Allah.
  4. Pertanggungjawaban: Setiap individu akan mempertanggungjawabkan pekerjaannya di hadapan Allah.

    Dari ayat ini, Ustaz Mughni menguraikan 5 pijakan penting yang dapat menjadi pedoman umat Islam dalam bekerja:

    1. Ash-Shidqu (Kejujuran, Kebenaran, Kesungguhan, dan Keterbukaan)

    Kejujuran adalah fondasi utama dalam bekerja. Tanpa kejujuran, pekerjaan tidak akan memiliki keberkahan. Hal ini sesuai dengan firman Allah:

    "Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kamu kepada Allah, dan hendaklah kamu bersama orang-orang yang benar." (QS. At-Taubah: 119)

    Menurut Ustad Mughni, kesungguhan dan keterbukaan juga menjadi bagian dari ash-shidqu. Seorang pekerja yang jujur akan membangun kepercayaan dan memberikan hasil yang maksimal.

    2. Al-Amanah wa Wafa’ bil Ahdi (Dapat Dipercaya dan Tepat Janji)

    Amanah adalah tanggung jawab yang harus dijalankan dengan sebaik-baiknya, sementara wafa’ bil ahdi berarti menepati janji. Keduanya menjadi landasan moral seorang pekerja yang profesional. Allah berfirman:

    "Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanah kepada yang berhak menerimanya..." (QS. An-Nisa: 58)

    Ketepatan janji juga sangat penting, sebagaimana Rasulullah SAW bersabda: "Tanda-tanda orang munafik itu ada tiga: jika berkata, ia berdusta; jika berjanji, ia ingkar; jika diberi amanah, ia berkhianat." (HR. Bukhari dan Muslim).

    3. Al-Adalah (Adil)

    Dalam bekerja, keadilan harus ditegakkan, baik dalam hubungan dengan rekan kerja maupun dalam pengambilan keputusan. Allah berfirman:

    "Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan..." (QS. An-Nahl: 90)

    Menurut Ustad Mughni, keadilan mencakup memberikan hak kepada yang berhak tanpa memihak atau merugikan pihak lain.

    4. At-Ta’awun (Kerja Sama atau Saling Membantu)

    At-Ta’awun artinya adalah saling membantu dalam kebaikan. Allah memerintahkan umat Islam untuk bekerja sama, sebagaimana firman-Nya:

    "Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran..." (QS. Al-Maidah: 2)

    Kerja sama yang baik akan memperkuat tim dan menciptakan suasana kerja yang harmonis.

    5. Istiqamah (Konsistensi)

    Istiqamah berarti konsistensi dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab. Dalam bekerja, konsistensi sangat penting untuk menjaga kualitas dan kredibilitas. Allah berfirman:

    "Sesungguhnya orang-orang yang berkata, 'Tuhan kami ialah Allah,' kemudian mereka tetap istiqamah, maka tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan mereka tiada (pula) berduka cita." (QS. Al-Ahqaf: 13)

    Ustaz Mughni menjelaskan bahwa istiqamah juga mencakup keteguhan hati dalam menghadapi tantangan di tempat kerja.

    Ustaz Mughni menekankan bahwa kelima pijakan ini sangat penting untuk diterapkan dalam kehidupan bekerja. Tidak hanya mendatangkan keberkahan, tetapi juga menumbuhkan kepercayaan dan keberhasilan di dunia serta menjadi bekal di akhirat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....