Meneladani Hakikat Takwa Melalui Kisah Nabi Musa

  • 23 Feb 2026 09:17 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Purwokerto : Ketepatan mendefinisikan nilai kehidupan seperti kesuksesan dan ketakwaan menjadi penentu kualitas tindakan seseorang dalam beragama. Sebagaimana yang disampaikan oleh Ustadz Hendro Kuncoro, S.Pt dalam Syiar Ramadan Pro 1, saat mengulas rahasia di balik percakapan Nabi Musa a.s dengan Allah. Seseorang beresiko terjebak pada simbiolisme semata jika tanpa kriteria yang benar.

“Definisi takwa adalah orang yang selalu ingat kepada Allah,” jelasnya. Ketakwaan sejati tidak hanya sekadar urusan penampilan atau ritual di masjid, tetapi kesadaran yang terus terjaga dalam setiap situasi,” ungkap Ustaz Hendro.

Hambatan bicara yang Nabi Musa a.s miliki juga menjadi sebuah pelajaran penting tentang kerendahan hati dalam memohon kekuatan melalui doa, “Robbisrohli sodri wayassirli amri wahlul ‘uqdatan millisani yafqahu qouli”.

Permohonan kelapangan dada dan kemudahan lisan menjadi inspirasi bagi setiap Muslim untuk selalu mengawali interaksi dengan harapan agar pesan bisa dipahami dengan baik serta terjaga dari segala emosi negatif.

Pelatihan batin untuk menundukkan ego manusia menjadi hakikat utama dalam menjalani Ramadan. Ustadz Hendro juga menjelaskan, “Puasa yang berkualitas menuntut seseorang untuk mampu meredam kata-kata kasar, terutama saat menghadapi tekanan atau provokasi yang memancing amarah,” lanjutnya.

Melalui pengendalian diri yang konsisten, semoga dapat lahir pribadi baru yang lebih sabar, jujur, serta mempunyai empati sosial tinggi setelah bulan Ramadan berakhir. (Khofifah)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....