Dampak Mencuci Pakaian Terlalu Sering pada Lingkungan

  • 31 Jan 2026 09:46 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Purwokerto: Mencuci pakaian adalah kegiatan sehari-hari yang kita lakukan untuk menjaga kebersihan dan kenyamanan. Namun, tahukah Anda bahwa mencuci pakaian terlalu sering dapat berdampak negatif pada lingkungan?

Vanessa Budihardja dalam unggahan di TikTok @og_chilibean mengungkapkan bahwa tidak semua pakaian harus selalu dicuci setiap kali selesai dipakai. Menurutnya, kebiasaan tersebut akan mempercepat kerusakan pakaian.

Ia menjelaskan bahwa pakaian yang masih bersih dan tidak berbau dapat digunakan kembali. Namun, jika pakaian kotor dan berbau tetap harus dicuci untuk menjaga kebersihan dan kesehatan.

Mencuci baju terlalu sering dapat membuat pakaian cepat rusak. Warna pakaian juga akan lebih mudah pudar. Kondisi tersebut dapat menurunkan usia pakai pakaian.

Selain memengaruhi kualitas pakaian, mencuci pakaian terlalu sering juga akan menghasilkan microfibers. Bahan sintetis seperti activewear dapat melepaskan microplastic ketika dicuci.

Microplactic berpotensi mengalir ke laut hingga akhirnya mencemari lingkungan. Partikel ini dapat menyebar pada ikan, makanan, hingga ke tubuh manusia. Microplactic memerlukan waktu bertahun-tahun untuk terurai dan menyerap racun.

Kerusakan pakaian yang lebih cepat mendorong konsumsi pakaian baru. Sehingga, kondisi ini akan dilakukan secara berulang dan meningkatkan limbah tekstil serta jejak karbon.

Vanessa menyarankan beberapa langkah sederhana sebagai solusi. Pakaian dapat dijemur setelah dipakai, cuci bagian yang kotor, atau menggunakan steam. Langkah tersebut dapat menyegarkan kembali pakaian. (Dian)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....