Hompimpa Hadirkan Ruang Belajar Anak yang Menyenangkan

  • 23 Jan 2026 08:55 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Purwokerto - Ruang belajar anak yang menyenangkan dapat membantu meningkatkan motivasi dan konsentrasi anak dalam belajar. Hompimpa hadir sebagai ruang belajar anak yang menyenangkan.

Dalam siaran Indonesia Cerdas Pro 1 hadir Founder Hompimpa Febrianti Dwisetyarini, yang akrab disapa Rini. Berangkat dari kebutuhan keluarga dan pencarian jati diri dalam berbagai pilihan karier, Rini justru selalu kembali pada satu hal yang paling dekat dengan dirinya, yaitu dunia pendidikan anak-anak. Kesadaran itu semakin kuat ketika ia dikaruniai seorang anak.

Dari sanalah Rini menyadari bahwa passionnya berada pada pendidikan anak usia dini, hingga akhirnya memutuskan untuk mengembangkannya secara serius dengan mendirikan Hompimpa.

“Seiring waktu, Hompimpa terus bertumbuh. Tidak hanya sebagai Kelompok Bermain (KB), tetapi juga berkembang menjadi TK, kelas ekstrakurikuler, dan kedepannya direncanakan membuka jenjang SD hingga SMP. Perkembangan ini menunjukkan bahwa Hompimpa bukan sekadar tempat belajar, melainkan ruang tumbuh yang dirancang berkelanjutan sesuai kebutuhan anak,” ungkap Rini.

Rini menekankan bahwa pendidikan anak usia dini menjadi pondasi penting bagi tumbuh kembang anak. Melalui pendidikan sejak dini, anak diajak untuk mengenal dirinya sendiri, mengekspresikan keunikan yang dimiliki, serta belajar mengelola emosi. Proses ini menjadi bekal penting agar anak mampu tumbuh menjadi pribadi yang utuh saat dewasa.

Pendekatan utama yang diterapkan Hompimpa adalah belajar melalui bermain. Bermain dipandang sebagai bentuk research alami bagi anak. Melalui bermain, anak bebas bereksplorasi, mencoba hal baru, dan belajar tanpa rasa takut. Proses inilah yang menstimulasi rasa ingin tahu dan mendorong perkembangan kognitif, sosial, serta emosional anak secara alami.

Menurut Rini, metode belajar anak saat ini juga perlu menyesuaikan perkembangan zaman. “Generasi sekarang tidak bisa lagi hanya disuruh duduk dan mendengarkan. Mereka lebih cocok belajar dengan dialog, bercerita, dan bereksperimen,” jelasnya.

Ia juga menyoroti pentingnya peran orang tua dalam pendidikan anak usia dini. Keluarga menjadi ruang belajar pertama, sehingga pendampingan dan kasih sayang orang tua sangat mempengaruhi proses belajar anak. Rini mengingatkan agar orang tua tidak terlalu menuntut anak secara berlebihan karena dapat menimbulkan kejenuhan belajar di masa depan. Oleh karena itu, keseimbangan antara belajar dan bermain menjadi kunci penting.

Rini berpesan bahwa peran orang dewasa baik guru maupun orang tua dalam menumbuhkan ketertarikan belajar sejak dini dapat dilakukan dengan cara membantu anak mengeluarkan potensi yang ada dalam dirinya. Proses ini tidak perlu diburu-buru, melainkan dijalani dengan memahami keunikan masing-masing anak. Dari bermain, anak tidak hanya belajar, tetapi juga bertumbuh. (Nisrina)


google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....