Peran Anak Muda dan Masjid dalam Merawat Keberagaman dan Damai
- 29 Sep 2026 16:43 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Purwokerto - Menjaga keharmonisan dalam kehidupan beragama dan bermasyarakat membutuhkan pemahaman tentang toleransi, saling menghargai, serta nilai-nilai kedamaian. Hal tersebut mengemuka dalam dialog interaktif program SPADA (Selamat Pagi Teman Pro Dua) RRI Purwokerto yang menghadirkan Syafiq Abdillah, mahasiswa Al-Azhar Mesir sekaligus founder Circle Masjid Purwokerto.
Dalam dialog tersebut, Syafiq menjelaskan bahwa agama pada dasarnya mengajarkan kebaikan, cinta kasih, dan kedamaian. Menurutnya, agama tidak hanya mengatur hubungan manusia dengan Sang Pencipta atau hablum minallah, tetapi juga mengatur hubungan antarmanusia atau hablum minannas.
"Agama bukan hanya tentang hubungan kita dengan Allah, tetapi juga bagaimana kita berhubungan dengan sesama manusia," kata Syafiq.
Sebagai penggerak Circle Masjid Purwokerto, Syafiq turut membagikan pengalamannya dalam mendekatkan generasi muda, khususnya Gen Z, dengan masjid. Menurutnya, masjid tidak semestinya hanya dipandang sebagai tempat ibadah yang identik dengan kelompok usia tertentu. Masjid juga dapat menjadi ruang bersama yang terbuka bagi berbagai generasi untuk belajar, berkegiatan, dan membangun kolaborasi.
Sejumlah kegiatan kreatif kemudian dikembangkan untuk menarik minat anak muda. Di antaranya Mini Talk yang membahas sociopreneurship hingga kegiatan 5M Circle, yakni kegiatan berkumpul pada pagi hari yang dikemas secara santai dan dilengkapi dengan sarapan bersama. Kegiatan tersebut menjadi ruang bagi anak muda untuk mengembangkan diri, mengasah keterampilan, sekaligus memperluas jejaring pertemanan.
Syafiq juga menyoroti pentingnya menyikapi keberagaman secara bijak. Perbedaan keyakinan, latar belakang, maupun usia menurutnya tidak semestinya menjadi alasan untuk saling menjauh.
"Perbedaan memang berbeda, tapi bukan untuk dipisahkan, melainkan untuk saling memahami. Ketika kita menemukan value di dalam perbedaan tersebut, maka kolaborasikanlah," ujar Syafiq.
Ia menambahkan, generasi muda perlu memiliki kemampuan menyaring informasi, terutama di tengah derasnya arus informasi melalui media digital. Prinsip tabayun diperlukan agar informasi yang diterima tidak langsung dipercaya atau disebarkan sebelum dipastikan kebenarannya.
Selain itu, anak muda juga diingatkan untuk memilih lingkungan pergaulan yang positif. Lingkungan yang baik dapat menjadi ruang untuk saling mendukung dan mendorong setiap individu berkembang menjadi pribadi yang bermanfaat bagi orang lain.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....