Sekolah Rakyat Banyumas Jadi Harapan Baru bagi Anak dari Keluarga Prasejahtera
- 29 Jul 2026 23:05 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Banyumas – Pemerintah Kabupaten Banyumas resmi membuka Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyumas sebagai upaya memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera. Program yang merupakan gagasan Presiden Prabowo Subianto tersebut diharapkan menjadi ruang bagi anak-anak untuk memperoleh pendidikan yang layak, membangun karakter, sekaligus memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan.
Kepala Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyumas, Siti Isbandiyah, S.Pd., M.M., mengatakan pembukaan sekolah bukan sekadar seremoni, tetapi menjadi awal hadirnya harapan baru bagi anak-anak yang selama ini belum memperoleh kesempatan pendidikan secara optimal.
"Acara hari ini bukan sekadar acara seremonial. Dari sinilah kita menyemai benih potensi, merawat dan menumbuhkan karakter, serta menumbuhkan harapan baru untuk masa depan yang mulia," ujarnya.
Ia menjelaskan, Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyumas mengusung trilogi sekolah rakyat, yakni memuliakan wong cilik, menjangkau yang belum terjangkau, dan memungkinkan yang tidak mungkin. Menurutnya, sekolah ini menjadi wujud kepercayaan pemerintah untuk menghadirkan pendidikan yang berpihak kepada masyarakat kecil.
"Kemiskinan bisa mewariskan ketakutan, tetapi pendidikan senantiasa mewariskan harapan. Sekolah Rakyat adalah gagasan Presiden Prabowo Subianto yang berdiri di sisi yang lemah dan mengubah nasib dengan ilmu dan cinta," katanya.
Sementara itu, Kepala Sentra Satria Baturraden, Darmanto, S.ST., M.Si., mengatakan seluruh proses penerimaan peserta didik dilakukan secara ketat berdasarkan data kesejahteraan masyarakat. Program ini diperuntukkan bagi anak-anak dari keluarga desil 1 dan desil 2 sesuai ketentuan pemerintah.
Menurutnya, Sekolah Rakyat tidak hanya menyediakan pendidikan gratis dan berasrama, tetapi juga menerapkan lingkungan belajar yang aman, tanpa perundungan, tanpa kekerasan fisik maupun seksual, serta menjunjung tinggi nilai toleransi antarumat beragama.
Dalam sambutannya, Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung berdirinya Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyumas. Ia juga mengucapkan selamat kepada para siswa yang menjadi angkatan pertama sekolah tersebut.
"Saya meyakini bahwa setiap anak memiliki mimpi dan potensi untuk menjadi pribadi yang hebat. Tugas kita bersama adalah memastikan mereka memiliki kesempatan untuk bertumbuh, belajar, dan meraih cita-citanya," ujar Sadewo.
| Baca juga: Tujuh Golongan yang Mendapat Naungan Allah |
Menurut Sadewo, kehadiran Sekolah Rakyat bukan sekadar menambah pilihan layanan pendidikan di Banyumas, tetapi juga membuka harapan baru bagi anak-anak yang selama ini memiliki keterbatasan akses pendidikan. Program tersebut sekaligus menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Banyumas agar tidak ada lagi anak yang kehilangan hak untuk bersekolah.
"Banyumas pasti sekolah. Saya bercita-cita Kabupaten Banyumas menjadi kota pendidikan nomor dua di Jawa Tengah. Kehadiran Sekolah Rakyat membuka harapan baru bagi anak-anak untuk meraih masa depan yang lebih baik," katanya.
Pada kesempatan tersebut, salah seorang wali murid, Wartiah, mengaku terharu karena cucunya akhirnya bersedia kembali bersekolah setelah sebelumnya mengalami trauma akibat menjadi korban perundungan.
"Saya harapkan dia masuk Sekolah Rakyat biar bisa maju dan berkembang. Alhamdulillah sekarang dia mau berubah, mau jadi anak yang lebih baik. Saya sudah senang sekali karena sebelumnya benar-benar tidak mau sekolah," ucap Wartiah.
Melalui pembukaan Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyumas, pemerintah berharap sekolah ini mampu melahirkan generasi yang cerdas, berkarakter, mandiri, serta memiliki daya saing, sekaligus menjadi langkah nyata dalam menghadirkan pendidikan yang inklusif bagi seluruh anak bangsa.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....