Gizi dan Pendidikan Jadi Investasi Masa Depan SDM Indonesia

  • 24 Jul 2026 13:54 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Purwokerto – Mewujudkan sumber daya manusia yang berkualitas tidak hanya bergantung pada pendidikan yang baik, tetapi juga pada terpenuhinya kebutuhan gizi sejak dini. Keduanya menjadi fondasi penting dalam menyiapkan generasi yang sehat, cerdas, dan mampu menghadapi berbagai tantangan di masa depan. Karena itu, upaya meningkatkan kualitas pendidikan perlu berjalan beriringan dengan pemenuhan nutrisi yang memadai bagi anak-anak Indonesia.

Pembahasan mengenai pentingnya hubungan antara gizi dan pendidikan ini mengemuka dalam Forum Diskusi Publik bertajuk "Sekolah sebagai Benteng Pertahanan SDM: Mengintegrasikan Gizi dan Pendidikan untuk Kedaulatan Bangsa" yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) pada Kamis (23/7/2026).

Diskusi tersebut menghadirkan Dr. H. Jefri Ramdoni, S.Sos., M.Si., M.M. selaku Anggota Komisi I DPR RI, Dr. Gunalan, AP, M.Si. selaku Direktur Promosi dan Edukasi Gizi Badan Gizi Nasional (BGN), serta Yanto, Ph.D. dari Fakultas Biosains, Teknologi, dan Inovasi Universitas Katolik Atma Jaya.

Dalam forum tersebut, sekolah dipandang memiliki peran yang lebih luas daripada sekadar tempat belajar. Sekolah juga menjadi ruang pembentukan karakter sekaligus lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak secara optimal. Oleh karena itu, guru dan tenaga pendidik diharapkan mampu menjadi teladan dalam menanamkan kebiasaan hidup sehat serta nilai-nilai positif kepada peserta didik.

Hal tersebut sejalan dengan pernyataan Jefri Ramdoni yang menyebut bahwa sekolah merupakan benteng pertahanan sumber daya manusia melalui integrasi antara gizi dan pendidikan untuk mendukung kedaulatan bangsa.

Sementara itu, aspek gizi menjadi perhatian penting karena berpengaruh langsung terhadap kemampuan anak dalam belajar. Dr. Gunalan menjelaskan bahwa kekurangan gizi tidak hanya berdampak pada kondisi fisik, tetapi juga dapat menurunkan kemampuan belajar anak. Anak yang tidak mendapatkan asupan nutrisi yang cukup cenderung lebih sulit berkonsentrasi, mudah lelah, dan kurang optimal dalam mengikuti kegiatan pembelajaran.

"Makan makanan menguatkan tubuh, kemudian pendidikan menguatkan pikiran dan karakter, tentunya akan menguatkan bangsa Indonesia ke depan," ujar Gunalan.

Lebih lanjut, ia menjelaskan konsep integrasi tiga ruang dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diterapkan di sekolah. Konsep tersebut mencakup aspek Piring, Kelas, dan Karakter.

Melalui aspek Piring, siswa didorong untuk memperoleh asupan gizi seimbang yang disesuaikan dengan potensi pangan lokal. Aspek Kelas menekankan pentingnya nutrisi dalam mendukung konsentrasi dan prestasi belajar siswa. Sedangkan aspek Karakter bertujuan menumbuhkan kedisiplinan, kebersihan, dan rasa tanggung jawab melalui kebiasaan makan bersama.

Pelaksanaan program ini juga menunjukkan bahwa setiap daerah memiliki kondisi dan kebutuhan yang berbeda. Karena itu, penerapan MBG di berbagai wilayah, terutama daerah 3T (Terdepan, Terluar, dan Tertinggal), disesuaikan dengan ketersediaan bahan pangan serta kearifan lokal setempat. Meski demikian, standar Angka Kecukupan Gizi (AKG) tetap menjadi acuan agar kualitas gizi yang diterima anak-anak tetap setara.

Dalam kesempatan yang sama, Yanto turut menyoroti sejumlah persoalan yang masih dihadapi Indonesia, seperti stunting, obesitas, dan kesenjangan kualitas pendidikan. Menurutnya, pemenuhan gizi melalui program seperti MBG dapat menjadi salah satu langkah nyata untuk membantu mengatasi persoalan tersebut sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia.

Pada akhirnya, membangun sumber daya manusia yang unggul bukan hanya tanggung jawab sekolah atau pemerintah semata. Peran keluarga, masyarakat, dan berbagai pihak lainnya juga dibutuhkan agar anak-anak Indonesia dapat tumbuh dalam lingkungan yang sehat dan mendukung perkembangan mereka. Dengan pendidikan yang baik dan gizi yang terpenuhi, harapan untuk melahirkan generasi yang sehat, cerdas, dan berkarakter akan semakin terbuka lebar. (Fauziyah)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....