Sinergi Gizi dan Pendidikan: Fondasi Utama Kedaulatan SDM Indonesia 2045

  • 05 Agt 2026 18:53 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID Purwokerto – Dalam menyoroti peran strategis institusi pendidikan dalam mencetak sumber daya manusia (SDM) unggul, Kementerian Komunikasi dan Digital bersama Komisi 1 DPR RI menggelar diskusi publik bertajuk "Sekolah sebagai Benteng Pertahanan SDM: Mengintegrasikan Gizi dan Pendidikan untuk Kedaulatan Bangsa" di kanal Live Streaming Youtube @ditjenpkm, pada Selasa (4/8/2026).

Sekolah bukan sekadar tempat menimba ilmu, melainkan ruang vital bagi pembentukan karakter dan masa depan bangsa. Pentingnya integrasi antara kualitas pendidikan dan pemenuhan gizi anak sekolah dianggap sebagai fondasi utama dalam menghadapi tantangan global. Anggota Komisi 1 DPR RI, Dr. H. Jefri Romdoni, selaku narasumber menyampaikan pandangan filosofis bahwa pendidikan adalah proses memerdekakan manusia, selaras dengan pemikiran Ki Hajar Dewantara.

"Rupiah yang diinvestasikan untuk memperbaiki gizi anak dan meningkatkan pendidikan ini bukanlah sekedar belanja negara. Ini merupakan investasi jangka panjang untuk membangun manusia Indonesia yang unggul," jelasnya.

Pendidikan berkualitas harus didukung kesiapan fisik anak, yang diperoleh melalui pemenuhan gizi yang baik. Hal ini menjadikan program makan bergizi gratis sebagai investasi jangka panjang bagi kesehatan, pendidikan, dan produktivitas bangsa. Dr. Gunalan, AP, M.Si. selaku Direktur Promosi dan Edukasi Gizi memaparkan realita lapangan pada peran sekolah sebagai benteng pertahanan SDM. Masalah seperti stunting dan anemia menjadi hambatan serius bagi prestasi belajar siswa.

"Program MBG (Makan Bergizi Gratis) bukan sekedar memberikan makanan. MBG adalah investasi jangka panjang untuk membangun generasi unggul dan memperkuat bangsa," ujar Gunalan.

Oleh karena itu, Badan Gizi Nasional melakukan intervensi melalui program makan bergizi gratis yang melibatkan UMKM lokal dan pengawasan ketat terhadap standar kualitas dapur. Keamanan pangan dipastikan melalui sistem pengawasan ketat, termasuk pengambilan sampel dan pengujian laboratorium, untuk menjamin bahwa apa yang dikonsumsi anak-anak memenuhi standar gizi dan aman dari kontaminasi.

Dalam kacamata akademisi, Ahmad Kiri, M.Pd. Selaku Dosen STKIP Melawi, menjelaskan bahwa investasi gizi yang terintegrasi dengan ekosistem sekolah secara signifikan meningkatkan kemampuan kognitif, daya ingat, dan konsentrasi siswa. Selain itu, sekolah memiliki peran krusial dalam membentuk perilaku hidup sehat yang akan terbawa hingga dewasa. Sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan orang tua mutlak diperlukan agar intervensi ini tidak hanya terjadi di sekolah, tetapi juga berkelanjutan di rumah.

"Investasi gizi yang terintegrasi dalam ekosistem pendidikan akan menciptakan SDM sehat, cerdas, dan berdaya saing,” ucap Ahmad Kiri.

Sesi tanya jawab juga memperjelas antusiasme masyarakat terkait implementasi program ini, terutama dalam validasi menu dan pentingnya merangkul orang tua agar pola makan sehat konsisten dilakukan di luar sekolah. Kesehatan dan pendidikan merupakan investasi strategis vital membangun SDM yang unggul, pemenuhan gizi optimal seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi pondasi dasar untuk menyerap pelajaran dengan lebih efektif, sehat, dan cerdas.

"Investasi pada gizi anak ini bukanlah sekedar kebijakan kesehatan, tapi ini melainkan investasi pendidikan sekaligus investasi pembangunan bangsa," pungkas Jefri Romdoni.(Fattah Zakaria)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....