Suatu ketika di Hotel Du Louvre
- 08 Jun 2026 11:12 WIB
- Pontianak
Saat berada di Paris belum lama lalu, saya bersama istri berkesempatan menginap di sebuah hotel legendaris dunia, Hotel du Louvre. Didirikan pada tahun 1855, Hotel du Louvre di Paris merupakan salah satu pelopor hotel mewah pertama di Prancis dan pelopor konsep "Grand Hotel".
Terletak strategis di seberang Museum Louvre dan Palais Royal, hotel bersejarah ini dibangun pada masa pemerintahan Napoleon III. Didirikan untuk menampung pengunjung pameran dunia di Paris pada Exposition Universelle, hotel ini sangat megah pada masanya.
Bangunan ini memiliki 700 kamar, tangga besar yang memukau, dan dua lift bertenaga uap sebagai simbol kemodernan.
| Baca juga: "Mon Amour" di Paris Suatu ketika |
Dimaknai dengan sentuhan Arsitektur Haussmann. Lokasinya dirancang ulang oleh arsitek Haussmann, memadukan gaya Kekaisaran Kedua atau Second Empire Prancis dengan elemen neoklasik.
Dikenal sebagai tempat berkumpulnya para tokoh dunia. Dengan lokasinya yang dekat dengan pusat kebudayaan, hotel ini menjadi tempat persinggahan bagi para seniman, intelektual, dan penulis ternama.
Wajah Baru di Era Modern saat ini, Hotel du Louvre beroperasi sebagai hotel mewah bintang 5 yang dioperasikan oleh jaringan Hyatt. Bangunan ini tetap mempertahankan pesona abad ke-19-nya sambil menawarkan fasilitas kelas dunia.
Hotel du Louvre adalah hotel mewah pertama di Prancis yang didirikan pada tahun 1855, bertepatan dengan Pameran Universal di Paris.
Terletak tepat di jantung kota Paris berhadapan langsung dengan Museum Louvre. Hotel bergaya Kekaisaran Kedua ini telah menjadi saksi bisu sejarah seni, sastra, dan budaya dunia.
Hotel ini dikenal sebagai Pelopor Kemewahan. Dibuka pada abad ke-19 dengan 700 kamar, hotel ini dilengkapi dengan inovasi paling mutakhir pada masanya, termasuk dua lift bertenaga uap dan didukung oleh 1.250 staf.
| Baca juga: Imlek dan Cap Go Meh Dongkrak Wisata Kalbar |
Di hotel ini pula dijuluki sebagai tempat lahirnya karya seni dunia. Pada tahun 1897, pelukis impresionis Camille Pissarro tinggal di hotel ini dan melukis beberapa mahakaryanya dari dalam kamar. Termasuk "l'Avenue de l'Opera". Hingga kini, suite paling atas dinamai untuk menghormatinya.
Begitupun tokoh psikoanalisis dunia, Sigmund Freud, menulis esainya yang terkenal tentang Leonardo da Vinci di salah satu suite hotel ini pada tahun 1910. Selain itu, penulis Sir Arthur Conan Doyle juga menyebutkan hotel ini dalam karya-karya cerita pendeknya.
Penulis: Syafarudddin DaEng usman
Baca juga: Kahlenberg dan Danube yang Menawan Hati
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....