Sukseskan GISA, Disdukcapil Kubu Raya Percepat Kepemilikan Dokumen Kependudukan Melalui Satuan Pendidikan

KBRN, Pontianak : Pemerintah Kabupaten Kubu Raya Kalimantan Barat (Kalbar) melalui Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) terus berupaya mempercepat kepemilikan administrasi Kependudukan melalui satuan pendidikan yang dilakukan dengan sistem 'kepung bakul' (berkolaborasi) bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Kalbar, Disdikbud Kubu Raya dan Kementerian Agama Kubu Raya. 

"Langkah ini bagian dari bentuk dukungan bagi Pemkab Kubu Raya dalam mensukseskan Gerakan Indonesia Sadar Adminduk (GISA) dan inovasi ini bagian dari tindak lanjut Peraturan Bupati Kubu Raya nomor 6 tahun 2022 tentang Percepatan Kepemilikan Dokumen Kependudukan melalui Satuan Pendidikan yang merupakan suatu terobosan dari Kabupaten Kubu Raya untuk semakin meningkatkan kesadaran masyarakat untuk memiliki dokumen kependudukan melalui jalur satuan pendidikan", kata Kepala Disdikcapil Kubu Raya Nurmarini Mochtar di ruang kerjanya, Selasa (10/5/2022) siang.

Nurmarini menambahkan, dalam regulasi ini, setiap peserta didik sudah harus memiliki empat dokumen kependudukan diantaranya, Kartu Keluarga (KK), Akta Kelahiran, Kartu Identitas Anak (KIA) dan Kartu Tanda Penduduk elektronik (KTP-el).

"Dalam hal ini setiap satuan pendidikan harus dapat mengidentifikasi peserta didiknya yang belum memiliki dokumen kependudukan dan memfasilitasi dalam mempersiapkan serta mengurus dokumen kependudukannya", ujarnya.

Kemudian, kata Nurmarini, dokumen-dokumen yang sudah terindentifikasi atau terkumpulkan oleh satuan-satuan pendidikan ini dapat langsung melakukan prosesnya melalui loket khusus yang telah disiapkan di Disdukcapil Kubu Raya. 

"Selain menyediakan loket khusus bagi satuan pendidikan, kami juga melakukan pelayanan mobile (jemput bola) ke satuan-satuan pendidikan dan langkah ini sebenarnya sudah kami lakukan sejak akhir 2021", ucapnya.

Nurmarini menuturkan, saat ini kebanyakan satuan pendidikan mengurus KIA dan Akta Kelahiran, karena syarat utama untuk mendapatkan KIA terlebih dahulu harus memiliki Akta Kelahiran. 

"Sampai saat ini kami di Disdukcapil Kubu Raya sudah menerbitkan 2030 KIA pada tahun 2022 yang berasal dari 46 satuan pendidikan mulai dari PAUD, TK dan Sekolah Dasar, Perekam KTP-el sebanyak 2.274, Cetak KTP-el sebanyak 708, Belum Cukup Umur (BCU) KTP-el sebanyak 1.566 dan update KK sebanyak 1.365", tuturnya.

Dirinya menyampaikan, untuk siswa SD/sederajat dan SMP/sederajat yang lulus pada 15 Juni 2022, maka surat keterangan lulus siswa akan disesuaikan dengan Akta Kelahiran. Sedangkan pada Penerima Peserta Didik Baru (PPDB) tingkat TK dan Sekolah Dasar akan mewajibkan Akta Kelahiran dan KIA sebagai syarat pendaftaran.

"Bukan berarti bagi siswa yang belum memiliki dokumen kependudukan ini tidak bisa mendaftar, mereka pasti bisa mendaftar karena kami akan melakukan jemput bola ke sekolah-sekolah untuk menerbitkan dokumen kependudukannya.

"Untuk di Kementerian Agama kabupaten Kubu Raya sampai saat ini terdapat 43 satuan pendidikan tingkat Madrasah Aliyah dengan jumlah 1653 siswa dengan perkiraan usia antara 15-17 tahun yang tersebar di sembilan kecamatan diantaranya, kecamatan Sungai Raya, Sungai Kakap, Sungai Ambawang, Kuala Mandor B, Teluk Pakedai, Kubu, Terentang, Rasau Jaya dan kecamatan Batu Ampar", jelas Nurmarini. 

Dirinya mengharapkan dengan adanya Peraturan Bupati ini maka kerjasama antara Disdukcapil Kubu Raya dengan Disdikbud Provinsi Kalimantan Barat, Disdikbud Kubu Raya, dan Kementerian Agama Kubu Raya dalam hal kepemilikan dokumen kependudukan melalui satuan pendidikan ini akan tercipta peningkatan jumlah penduduk Kubu Raya yang memiliki dokumen kependudukan. 

"Sehingga Jumlah kepemilikan dokumen kependudukan di semua tingkatan pemerintah sesuai standar operasional pelayanan yang sudah ditetapkan, dan tersedianya nilai basis data kependudukan yang akurat untuk kepentingan perencanaan pembangunan dan pelayanan penduduk", tutupnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar