Tiga Amalan Penghapus Dosa, Ustadz Tri Wibowo: Awali Semua dengan Ikhlas

  • 06 Okt 2026 11:24 WIB
  •  Pontianak

RRI.CO.ID, Pontianak - Setiap manusia tidak luput dari kesalahan dan dosa. Namun, Islam mengajarkan umatnya untuk senantiasa memperbaiki diri melalui amal kebaikan dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Hal tersebut disampaikan Ustadz Tri Wibowo dalam program Mutiara Pagi RRI Pro 1 Pontianak, Senin, 5 Oktober 2026, dengan tema “Tiga Penghapus Dosa Menghantarkan Pintu Surgawi”. Ustadz Tri Wibowo menjelaskan, terdapat tiga amalan yang dapat menjadi jalan bagi umat Islam untuk menghapus dosa sekaligus mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Pertama, senantiasa mengingat Allah SWT. Menurutnya, setiap amal kebaikan yang dilakukan dengan niat karena Allah akan memiliki nilai ibadah, termasuk sedekah dan zikir.

“Ketika kita melakukan sedekah karena Allah, Allah akan berikan pintu surga. Barang siapa yang melakukan zikir dengan niat kepada Allah, maka Allah akan berikan keberkahan,” ujar Ustadz Tri Wibowo.

Kedua, mengingat dan menyadari dosa-dosa yang pernah dilakukan. Kesadaran terhadap kesalahan masa lalu, menurutnya, menjadi bagian penting dalam proses memperbaiki diri dan kembali mendekat kepada Allah SWT.

Ia juga mengingatkan umat agar tidak merasa lebih baik dari orang lain hanya karena memiliki banyak amal. Setiap ibadah harus dilakukan dengan keikhlasan, bukan untuk mendapatkan pujian atau pengakuan.

“Percuma saja ketika kita salat tapi merasa ingin dipandang oleh orang lain. Percuma saja ketika kita sedekah ingin dikatakan saya adalah orang yang paling kaya. Lantas bagaimana? Kita awali dengan ikhlas, kita awali dengan rida,” ujarnya.

Ketiga, menghormati orang lain, termasuk guru, tokoh masyarakat, serta orang-orang yang berada di sekitar. Ia menegaskan bahwa kemuliaan seseorang tidak ditentukan oleh penampilan maupun status sosial, melainkan oleh ketakwaannya kepada Allah SWT.

“Sesungguhnya yang paling mulia di sisi Allah adalah orang yang bertakwa,” katanya.

Selain tiga amalan tersebut, Ustadz Tri Wibowo mengajak umat untuk menerapkan prinsip syukur, tawakal, ikhlas, dan rida dalam menjalani kehidupan. Ia mengibaratkan keempat nilai tersebut sebagai “setir” yang mengarahkan kehidupan manusia agar tetap berada di jalan yang baik.

Menurutnya, rasa syukur perlu diwujudkan dengan menyadari berbagai nikmat yang masih diberikan Allah, seperti kesehatan, kesempatan berkumpul bersama keluarga, serta kemudahan dalam menjalani kehidupan.

Setelah berikhtiar, umat juga diminta untuk bertawakal dan menyerahkan hasilnya kepada Allah SWT. Sementara ikhlas dan rida menjadi bagian penting agar setiap amal tidak dilakukan demi pujian manusia.

Dalam sesi dialog, Ustadz Tri Wibowo juga mengingatkan pentingnya menjaga hubungan dengan orang tua. Ia menegaskan bahwa sikap durhaka kepada orang tua merupakan perilaku yang harus dihindari.

“Ridha Allah terdapat pada rida orang tua dan murkanya Allah terdapat pada murka orang tua,” katanya, menegaskan.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar berhati-hati dalam menggunakan agama sebagai bahan candaan. Menurutnya, candaan yang mengandung penghinaan atau meremehkan ajaran agama dapat membawa dampak buruk.

Jika seseorang telah melakukan kesalahan, Ustadz Tri Wibowo mengajak untuk segera memohon ampun kepada Allah dan memperbaiki diri, salah satunya dengan melaksanakan salat tobat. Di akhir tausiyah, ia mengingatkan umat agar tidak merasa dirinya pasti menjadi penghuni surga hanya karena memiliki banyak amal.

“Sebaik apa pun kita beribadah, jangan sampai ingin dilihat oleh orang lain. Sebaik apa pun kita punya amalan, jangan merasa diri seakan kita menjadi penghuni surga,” katanya, mengakhiri.

Ia mengajak umat untuk terus berbuat baik, menjaga keikhlasan, serta menjadikan setiap amal sebagai bekal menuju kehidupan akhirat.

Baca juga: Ustadzah Kartini: Kesabaran Rasulullah Jadi Kunci Dakwah tanpa Menyerah

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....