ASMI Panen Melon, Wakaf Produktif Berdayakan Santri

  • 19 Agt 2026 09:15 WIB
  •  Pontianak

RRI.CO.ID, Kubu Raya - Panen Raya Melon Program Pemberdayaan Akademi Santri Mandiri Indonesia (ASMI) menjadi salah satu rangkaian kegiatan Merdeka Fair 2026 yang digelar dalam momentum Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81, Senin 17 Agustus 2026.

Kegiatan yang mengusung semangat kemandirian dan pemberdayaan tersebut dilaksanakan di KWP Masjid Munzalan Mubarakan, Komplek Villa Gading Mansion II, Sungai Raya Dalam, mulai pukul 15.30 WIB.

Program tersebut merupakan bagian dari kolaborasi Masjid Indonesia Mubarakan bersama BMI Munzalan dan Paragon Corporation dalam mengembangkan pemberdayaan berbasis wakaf produktif. Panen raya ini sekaligus menjadi momentum untuk memperlihatkan hasil pengelolaan kebun melon yang melibatkan santri dalam proses budidaya hingga menghasilkan komoditas pertanian yang memiliki nilai ekonomi.

PIC Program Pemberdayaan sekaligus Direktur LAZ Munzalan Indonesia, Ustadz Adam Pratama, mengatakan panen raya tersebut merupakan buah dari proses ilmu, pendampingan dan pemberdayaan yang telah dijalankan. Ia menyebut program budidaya melon menjadi salah satu bentuk pemanfaatan kawasan wakaf produktif sekaligus upaya membekali santri dengan keterampilan yang dapat menunjang kemandirian ekonomi. Saat ini, tiga santri pengabdian terlibat dalam pengelolaan kebun tersebut.

Menurut Ustadz Adam, program pemberdayaan tersebut tidak berhenti pada hasil panen semata. Pengelolaan kebun melon diharapkan menjadi model yang dapat dikembangkan ke pondok-pondok mitra lainnya.

"Melalui penguatan program produktif, wakaf diharapkan mampu memberikan manfaat berkelanjutan sekaligus membuka ruang bagi santri untuk tumbuh sebagai pribadi yang cerdas, rajin dan amanah dalam mengelola potensi yang ada," ujar Ustadz Adam disela kegiatan.

Kepala Kanwil Kementerian Agama Kalimantan Barat Muhajirin Yanis yang turut hadir dalam kegiatan tersebut memberikan apresiasi terhadap program yang dinilainya telah mampu menunjukkan hasil secara nyata. Ia berharap praktik pemberdayaan seperti budidaya melon dapat berkembang menjadi kekuatan ekonomi bagi masyarakat, rumah tangga dan generasi muda, serta tidak terbatas di lingkungan pesantren. Pengetahuan dan pengalaman dari program tersebut juga diharapkan dapat diterapkan di sekolah, madrasah dan berbagai lini pendidikan lainnya.

Momentum Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81, Senin 17 Agustus 2026 diisi dengan Panen Raya Melon (Foto: ASMI)

Pengelola kebun, Ustadz Muiz atau Abdul Mo'iz, menjelaskan budidaya melon dikembangkan melalui kolaborasi dengan pewakaf yang ingin mengoptimalkan hartanya menjadi amal jariyah. Melon dipilih karena memiliki masa budidaya sekitar 65 hari hingga panen sehingga dinilai memiliki potensi perputaran wakaf yang relatif cepat.

"Di greenhouse kawasan tersebut terdapat sekitar 500 tanaman dengan tiga varian melon, sementara pengembangan ke depan diarahkan untuk menguji berbagai varietas yang paling sesuai dengan kondisi Kalimantan Barat," kata Ustadz Muiz.

Rangkaian Panen Raya Melon ASMI semakin menarik ketika pengunjung mendapat kesempatan melihat sekaligus merasakan langsung proses panen buah melon yang dikembangkan melalui program tersebut. Salah seorang pengunjung, Puja, bahkan ikut memanen dan membeli buah melon hasil budidaya. Momentum ini menjadi gambaran bahwa pemberdayaan berbasis wakaf produktif dapat dipadukan dengan edukasi dan aktivitas ekonomi masyarakat.

Melalui Merdeka Fair 2026, Panen Raya Melon ASMI diharapkan menjadi langkah awal bagi lahirnya lebih banyak program pemberdayaan yang mampu menciptakan kemandirian, memperkuat ekonomi dan memberikan manfaat luas bagi santri serta masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....