Serdik Sespimmen Polri Perkuat Pencegahan Karhutla di Kubu Raya
- 10 Sep 2026 14:50 WIB
- Pontianak
RRI.CO.ID, Pontianak - Kemarau panjang menguji ketahanan warga Kubu Raya ketika ancaman karhutla dan keterbatasan air bersih muncul bersamaan di wilayah. Peserta Didik (Serdik) Sespimmen Polri Dikreg ke-67 Pokjar 18 turun langsung membantu masyarakat sekaligus memperkuat pencegahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah hukum Polres Kubu Raya, Polda Kalimantan Barat.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari Kuliah Kerja Profesi (KKP) sebagai Satgas Edukasi Karhutla dalam Operasi Aman Nusa II. Pelaksanaannya berlangsung 7 hingga 16 September 2026, sebagai tindak lanjut perintah Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, untuk mendukung pemerintah daerah, kepolisian kewilayahan dan masyarakat menghadapi Karhutla serta dampak musim kemarau.
Dalam pelaksanaan KKP, para Serdik melakukan kajian sekaligus turun ke sejumlah wilayah rawan Karhutla. Mereka mengamati kondisi lingkungan, ketersediaan sumber air dan berbagai tantangan yang dihadapi masyarakat maupun petugas dalam mencegah kebakaran.
Kapolres Kubu Raya AKBP Rensa S. Aktadivia melalui Kasubsi Penmas Aiptu Ade mengatakan, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi proses pembelajaran, tetapi juga bagian dari penguatan pencegahan Karhutla dan kepedulian terhadap masyarakat terdampak kemarau.
“Serdik turun langsung untuk membaca persoalan di lapangan, berdialog dengan masyarakat dan stakeholder, lalu merumuskan langkah konkret untuk mencegah Karhutla dan membantu warga terdampak kemarau,” kata Ade, Kamis, 10 September 2026.
Ade menjelaskan, kondisi kemarau membuat langkah antisipasi perlu dilakukan lebih dini. Lahan yang mengering, terbatasnya sumber air dan meningkatnya potensi kebakaran membutuhkan kesiapsiagaan serta koordinasi berbagai pihak.

Salah satu langkah yang ditempuh yakni menggelar Focus Group Discussion (FGD) dengan melibatkan Polres Kubu Raya, pemerintah daerah, instansi terkait, tokoh serta kelompok masyarakat. Forum ini digunakan untuk menggali persoalan sekaligus mencari solusi berdasarkan kondisi di lapangan.
Pembahasan dalam FGD mencakup penyebab Karhutla, pola pembukaan lahan, kondisi lingkungan, ketersediaan sumber air hingga kendala yang dihadapi masyarakat dan petugas. Hasil diskusi kemudian menjadi bahan penyusunan langkah pencegahan yang disesuaikan dengan karakteristik wilayah.
Para Serdik juga mengedukasi masyarakat agar tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar. Warga diminta meningkatkan kewaspadaan selama kemarau serta melaporkan titik api maupun aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran melalui Call Center Polri 110.
Edukasi dilakukan secara dialogis agar masyarakat tidak hanya menjadi sasaran sosialisasi, tetapi ikut mengambil peran dalam sistem pencegahan Karhutla. Keterlibatan warga dinilai penting untuk mendeteksi potensi kebakaran sejak dini di lingkungan masing-masing.
Di tengah persoalan air bersih, Serdik Pokjar 18 turut melaksanakan bakti sosial dengan menyalurkan 8.000 liter air bersih siap konsumsi dan membagikan masker kepada masyarakat yang membutuhkan. Bantuan tersebut juga menyasar warga yang berpotensi terdampak asap Karhutla.
Kegiatan sosial itu menjadi bentuk respons langsung terhadap kebutuhan dasar masyarakat selama musim kering. Para Serdik juga terlibat dalam pemadaman ketika menemukan kebakaran di lapangan bersama personel Polri, stakeholder terkait dan relawan.
Keterlibatan tersebut memberikan pengalaman langsung mengenai kompleksitas penanganan Karhutla, mulai dari kondisi geografis, karakteristik lahan, keterbatasan sumber air hingga mobilisasi personel menuju lokasi kebakaran.
“Kemarau membuat risiko kebakaran meningkat, sementara sumber air terbatas. Karena itu, deteksi dini, kesiapsiagaan dan edukasi masyarakat harus diperkuat sebelum api muncul,” ujar Ade.
Hasil observasi lapangan, FGD dan dialog dengan masyarakat selanjutnya menjadi bahan penyusunan rekomendasi strategis bagi pemerintah daerah dan stakeholder. Rekomendasi diarahkan untuk memperkuat deteksi dini, pencegahan, kesiapsiagaan serta pengelolaan sumber daya air agar penanganan Karhutla tidak hanya bersifat reaktif.
Baca juga: Polres Bersama Serdik Sespimmen Salurkan 22.000 Liter Air Bersih di Dua Desa
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....