Iwapi Kalbar Dorong UMKM Perempuan Naik Kelas dan Perluas Pasar Ekspor

  • 08 Sep 2026 17:39 WIB
  •  Pontianak
Poin Utama
  • DPD IWAPI Kalbar Gelar Rakerda II
  • UMKM Perempuan Naik Kelas
  • Penguatan kualitas produk

RRI.CO.ID, Pontianak - Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (Iwapi) DPD Kalimantan Barat (Kalbar) menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda) II di Hotel Mercure Pontianak, Selasa, 8 September 2026. Kegiatan tersebut menjadi momentum bagi IWAPI Kalbar untuk mengevaluasi program kerja sekaligus menyusun langkah strategis dalam mendorong pengembangan usaha, khususnya bagi pelaku UMKM perempuan di Kalbar.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretaris Daerah Provinsi Kalbar, Heronimus Hero, mengatakan perempuan memiliki peran besar dalam menopang perekonomian daerah melalui sektor UMKM. Menurutnya, sekitar 70 persen pelaku UMKM di Kalimantan Barat merupakan perempuan. Kondisi tersebut menunjukkan besarnya potensi pelaku usaha perempuan untuk terus dikembangkan, baik dari sisi kapasitas usaha maupun penyerapan tenaga kerja.

“Sebagian besar ekonomi Kalimantan Barat ditopang oleh UMKM, dan sekitar 70 persen pelaku UMKM-nya perempuan. Ini potensi yang harus terus kita dorong,” ujar Heronimus Hero.

Hero menyebut, berbagai sektor usaha dapat dikembangkan oleh perempuan, mulai dari pertanian, perkebunan, peternakan, kuliner hingga kerajinan. Jika usaha tersebut berkembang, keberadaannya juga dinilai dapat membantu pemerintah dalam menciptakan lapangan pekerjaan dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Sementara itu, Ketua Umum DPP Iwapi, Nita Yudi, menekankan pentingnya peran IWAPI sebagai wadah yang mampu memberikan inspirasi sekaligus mendorong pelaku UMKM perempuan agar naik kelas. Nita mengatakan, peningkatan kualitas tidak hanya dilakukan dari sisi kemampuan pengelolaan keuangan, tetapi juga mencakup kualitas produk, kemasan, hingga kemampuan membaca peluang pasar.

“Perempuan UMKM di bawah bendera IWAPI harus naik kelas. Mulai dari pengelolaan keuangan, menjaga kualitas produk, packaging, sampai melihat kebutuhan dan peluang usaha yang ada,” kata Nita.

Menurut Nita, posisi Kalbar yang berbatasan langsung dengan negara tetangga menjadi peluang besar bagi pelaku usaha untuk memperluas pasar hingga ke luar negeri. Ketua Umum DPP Iwapi itu mencontohkan sejumlah produk UMKM Kalbar yang telah dibawa untuk mengikuti pameran di Kuching, Malaysia. Menurutnya, potensi ekspor juga dapat dikembangkan dari berbagai komoditas dan produk lokal, termasuk olahan kelapa, kerajinan, furnitur dan kuliner khas daerah.

“Ini adalah kesempatan kita untuk membuka lapangan kerja. Mari kita gali kearifan lokal, mulai dari kuliner, fashion dan sebagainya untuk Kalbar yang lebih baik,” tuturnya.

Ketua DPD Iwapi Kalbar, Oktavia, mengatakan Rakerda II ini menjadi ajang evaluasi terhadap program yang telah dijalankan selama satu tahun sekaligus menyusun program kerja bersama Dewan Pimpinan Cabang (DPC).

Oktavia menjelaskan, masukan dari DPC menjadi bagian penting dalam penyusunan program agar kegiatan Iwapi dapat menjawab kebutuhan anggota di masing-masing daerah, terutama dalam pengembangan kapasitas dan kualitas produk. “Salah satu program kerja utama kita adalah membuat ekspo di daerah sendiri. Kami juga sudah pernah membawa peserta ke Kuching untuk mengikuti ekspo khusus IWAPI,” ujar Oktavia.

Oktavia menambahkan, penguatan kualitas produk dan perluasan akses pasar akan terus menjadi fokus Iwapi Kalbar, sehingga produk yang dihasilkan pelaku usaha perempuan tidak hanya mampu bersaing di pasar lokal, tetapi juga memiliki peluang untuk menembus pasar regional dan internasional.

Baca juga: Perempuan Dinilai Jadi Kunci Penguatan UMKM dan Ekonomi Daerah

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....