Polres Kubu Raya Kerahkan 60 Personel BKO Tangani Karhutla
- 26 Agt 2026 17:54 WIB
- Pontianak
RRI.CO.ID, Pontianak - Polres Kubu Raya memperkuat penanganan karhutla dengan mengerahkan 60 personel BKO Brimob Pelopor dan Polda Bali untuk respons cepat.
Kapolres Kubu Raya AKBP Rensa S. Aktadivia memimpin apel pelepasan personel di Gedung Pramuka, Jalan Arteri Supadio, Kecamatan Sungai Raya, Rabu, 26 Agustus 2026.
Tambahan kekuatan tersebut disiapkan dengan pola pengerahan dinamis, sehingga personel dapat digeser mengikuti perkembangan titik api di lapangan.
Sebanyak 21 personel ditempatkan di wilayah hukum Polsek Sungai Raya, sembilan personel di Polsek Rasau Jaya, sembilan personel di Polsek Sungai Kakap, dan sembilan personel di Polsek Sungai Ambawang.
Sementara itu, 12 personel lainnya bergabung dengan Tim Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan atau KRYD Polres Kubu Raya untuk mendukung operasi penanganan karhutla.
Pola tersebut membuat kekuatan BKO tidak terpaku pada pembagian wilayah. Personel dapat langsung digeser apabila suatu lokasi dinilai aman atau membutuhkan penguatan di wilayah lain.
Kapolres Kubu Raya melalui Kasubsi Penmas Aiptu Ade mengatakan, seluruh personel BKO berada dalam kendali operasional Polres Kubu Raya selama menjalankan tugas penanganan karhutla.
“Personel BKO ini kami tempatkan di wilayah yang menjadi titik perhatian dalam penanganan karhutla. Penggunaannya akan kami sesuaikan dengan situasi dan perkembangan titik api di lapangan,” kata Ade menyampaikan keterangan Kapolres Kubu Raya.
Menurut Ade, strategi pengerahan dinamis dilakukan agar respons petugas terhadap titik api tidak terlambat. Perkembangan situasi menjadi dasar penggeseran kekuatan ke lokasi yang membutuhkan.

“Personel tidak terpaku hanya di satu wilayah. Ketika di salah satu polsek tidak terdapat titik api atau situasinya terkendali, personel dapat kami luncurkan ke wilayah lain yang membutuhkan bantuan,” ujarnya.
Personel BKO akan bergerak bersama jajaran Polres Kubu Raya dan polsek untuk melakukan pemadaman, penyekatan, patroli, pemantauan wilayah rawan, serta mencegah api meluas.
Pengerahan tambahan ini dinilai penting karena kondisi karhutla di Kubu Raya masih membutuhkan respons cepat. Minimnya sumber air akibat kemarau juga menjadi salah satu kendala utama petugas di lapangan.
Di tingkat Kalimantan Barat, penguatan penanganan karhutla dilakukan dengan pengerahan 300 personel BKO Brimob ke delapan wilayah prioritas, termasuk Kubu Raya. Kekuatan tersebut terdiri dari Pasukan Pelopor II Korps Brimob Polri dan Satbrimobda Polda Bali.
Bagi Polres Kubu Raya, tambahan personel menjadi kekuatan penting untuk memperpendek waktu respons ketika titik api muncul. Koordinasi antaranggota juga menjadi kunci agar setiap kekuatan dapat digunakan secara efektif sesuai kondisi lapangan.
“Fokus kami adalah bagaimana setiap titik api bisa segera ditangani sebelum berkembang menjadi kebakaran yang lebih besar. Setiap perkembangan di lapangan akan menjadi dasar untuk menentukan ke mana personel harus digerakkan,” tegas Ade.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....