Pangdam XII Tanjungpura Bersama Danlanud Supadio Tinjau Persiapan OMC

  • 25 Agt 2026 13:05 WIB
  •  Pontianak

RRI.CO.ID, Kubu Raya - Pangdam XII Tanjungpura Mayjen TNI Novi Rubadi Sugito bersama Danlanud Supadio Marsma TNI Sidik Setiyono meninjau langsung persiapan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) yang akan dilakukan pada Selasa, 25 Agustus 2026 petang.

Pangdam XII Tanjungpura Mayjen TNI Novi Rubadi Sugito mengatakan, sebelum melakukan OMC, dirinya bersama BNPB, BMKG dan sejumlah stakeholder terkait lainnya melakukan briefing pagi di ruang rapat Lanud Supadio untuk membahas perencanaan yang akan dilakukan hari ini.

"Briefing penerbangan pagi yang kami lakukan tadi, untuk mematangkan dan melihat bagaimana persiapan sarana untuk melakukan OMC, dua diantaranya pesawat dari TNI AU dan pesawat dari BNPB," kata Pangdam XII Tanjungpura Mayjen TNI Novi Rubadi Sugito didampingi Danlanud Supadio Marsma TNI Sidik Setiyono kepada awak media di belakang Pesawat Cassa A-2117 di Skadron 1 TNI AU, Selasa, 25 Agustus 2026 pagi.

Pangdam XII Tanjungpura menjelaskan, rencana OMC akan dilakukan di daerah yang terdapat potensi terbentuknya awan hujan seperti di Landak dan dilakukan di wilayah di tenggara Kalimantan Barat. Diharapkan, sore ini jika ada tanda-tanda potensi munculnya bibit awan hujan yang bisa dilakukan OMC.

"Saat ini kekuatan TNI AD di Kalbar untuk penanggulangan karhutla ini sebanyak 4.114 personel, sementara pasukan perbuatan ada 3 SSY atau Satuan Setingkat Batalion terdapat sekitar 1260 personel. Kemudian 1 SSY ditugaskan untuk melaksankan penyukuhan dan sosialisasi diseluruh kabupaten/kota di Kalbar," ucap Pangdam.

Komandan Lanud Supadio Marsekal Pertama TNI Sidik Setyono menjelaskan, OMC merupakan tugas dari satgas udara penanganan karhutla. Tugas dari satgas udara penanganan karhutla ini ada tiga yaitu melakukan water bombing, OMC dan air patroli (patroli udara). Untuk pesawat yang akan mendukung pelaksanaan OMC ada dua yaitu dari pesawat BNPB yaitu Cessna Grand Caravan dan pesawat Cassa A-2117 milik TNI AU.

"Secara keseluruhan, pesawat yang akan datang dalam waktu dekat itu dari TNI AD yaitu 2 helikopter untuk water bombing dan 2 helikopter dari TNI AU juga akan melakukan water bombing. Jadi jumlah armada udara yang mendukung penanganan karhutla ada lima, empat untuk water dan satu untuk OMC," ucap Danlanud, menjelaskan.

Sementara itu, Tenaga Ahli Kepala BNPB, Brigjen TNI (Purn.) Asrianus Bulo,menambahkan, potensi awan yang bisa dilakukan OMC saat ini berada di bagian timur Kalbar, sementara di wilayah Selatan Kalbar sampai saat ini belum tampak potensi awannya.

"Dalam mendukung pelaksanaan OMC, kami telah menyiapkan 2 ton NHCL (garam) yang akan disemai dilokasi terbentuknya awan hujan. Selain mendukung pelaksanaan OMC, saat ini kami juga sedang menggiatkan water bombing dengan kekuatan 7 helikopter dan pesawat. Dalam pelaksanaan water bombing, satu pesawat bisa melakukan 2 sorti," ujar Bulo, menjelaskan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....