Masjid Darul Huda Berdiri sejak 1987, Pengurus Harapkan Regenerasi
- 21 Agt 2026 14:11 WIB
- Pontianak
RRI.CO.ID, Pontianak - Masjid Darul Huda yang beralamatkan Jalan Selat Panjang, Siantan Hulu, Pontianak Utara, Kota Pontianak, Kalimantan Barat berawal dari sebuah surau terus berkembang menjadi tempat ibadah masyarakat hingga saat ini. Masjid tersebut mulai berdiri sekitar tahun 1987 dan pembangunannya dilakukan secara bertahap melalui swadaya masyarakat.
Pengurus Masjid Darul Huda, Ya' Mursjid Janie mengatakan, pada awalnya bangunan tersebut hanya berupa surau. Seiring bertambahnya kebutuhan masyarakat, surau kemudian dikembangkan menjadi masjid.
“Masjid Darul Huda ini berdirinya kira-kira tahun 1987, yang mana awalnya merupakan surau. Sesuai dengan perkembangan zaman dan kebutuhan masyarakat, kita mencoba menjadikannya masjid,” ujar Ya' Mursjid kepada RRI, Jum'at, 21 Agustus 2026.
Menurutnya, pembangunan dan renovasi masjid dilakukan secara perlahan dengan mengandalkan dukungan serta swadaya masyarakat. Hingga kini, Masjid Darul Huda telah memiliki bangunan permanen.
Namun, Ya' Mursjid menyebut Masjid Darul Huda masih memiliki sejumlah keterbatasan dibandingkan masjid lainnya. Salah satunya karena selama ini masjid tersebut belum pernah memperoleh bantuan dari pemerintah.
“Alhamdulillah sampai sekarang masjid ini dapat kita bangun secara permanen. Namun, kalau melihat perkembangan sekarang, Masjid Darul Huda masih ketinggalan dari yang lainnya. Sampai sekarang belum pernah mendapatkan bantuan dan belum pernah kita mengajukan bantuan,” katanya.
Dari sisi kapasitas, Masjid Darul Huda saat ini dapat menampung sekitar 100 hingga 150 jemaah untuk kegiatan rutin. Sementara pada pelaksanaan salat atau kegiatan pada hari-hari besar keagamaan, kapasitasnya dapat mencapai sekitar 200 jemaah.
Dalam hal pembinaan umat, Ya' Mursjid menjelaskan bahwa sebelumnya masjid rutin menggelar kegiatan majelis taklim, pengajian serta Yasinan. Namun, kegiatan tersebut saat ini menghadapi kendala akibat keterbatasan sumber daya pengurus.
“Dulu memang kita ada mengadakan majelis taklim dan pengajian-pengajian Yasinan. Namun sekarang karena kendala, banyak pengurus yang keluar kota, ada yang berhalangan dan ada juga yang sudah meninggal,” ucapnya.
Ia menambahkan, kondisi tersebut membuat kebutuhan regenerasi kepengurusan Masjid Darul Huda menjadi semakin penting. Terlebih, dirinya telah dipercaya menjadi pengurus masjid sejak 2006 atau sekitar 20 tahun.
Ya' Mursjid mengaku beberapa kali telah berupaya mendorong adanya pergantian atau regenerasi pengurus. Namun, masyarakat masih menginginkan dirinya untuk tetap menjalankan tanggung jawab tersebut.
“Saya sudah cukup lama menjadi pengurus masjid ini, sudah mulai 2006. Bisa dikatakan sekitar 20 tahun. Beberapa kali saya mengadakan pengajian pengurus, namun masyarakat masih menghendaki saya terus,” katanya.
Menurutnya, regenerasi diperlukan agar pengelolaan masjid dapat berjalan lebih baik dan memiliki pengurus yang bisa fokus menangani berbagai kebutuhan masjid. “Bagaimanapun rumah Allah ini, kita yang bertanggung jawab. Tapi harus ada yang fokus menangani masjid ini,” kata Ya' Mursjid.
Ke depan, pengurus berharap adanya regenerasi kepengurusan sekaligus dukungan berbagai pihak agar Masjid Darul Huda dapat terus berkembang, baik dari sisi pembangunan fisik maupun kegiatan pembinaan umat.
Baca juga: Dari Surau Kayu, Masjid Jami' Al-Mujahidin Kini Makin Megah
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....