Maulid Nabi di Pontianak Diperkirakan akan Dihadiri 1.500 Jamaah

  • 10 Agt 2026 19:14 WIB
  •  Pontianak

RRI.CO.ID, Pontianak — Peringatan Maulid Nabi Muhammad Saw. akan digelar di Rumah Pengajian Al Jawahir, Jalan Wahidin, Pontianak, Kalimantan Barat, pada 5 September 2026. Kegiatan tersebut diperkirakan dihadiri sekitar 1.500 jamaah dari sejumlah masjid dan majelis pengajian di Kota Pontianak.

Ketua Panitia Maulid Nabi Muhammad Saw., H. Maruki Matsum, Senin, 10 Agustus 2026, mengatakan kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memperingati kelahiran Nabi Muhammad Saw., memperkuat kecintaan kepada Rasulullah, sekaligus mempererat silaturahmi dan ukhuwah Islamiah.

“Tujuan utama kegiatan ini adalah menyelenggarakan Maulid Nabi Muhammad Saw., memperkuat kecintaan kepada Rasulullah, serta mempererat silaturahmi dan kebersamaan jamaah,” kata Maruki, Senin, 10 Agustus 2026.

Sejumlah pejabat daerah dijadwalkan hadir, antara lain Gubernur Kalimantan Barat H. Ria Norsan, Wali Kota Pontianak H. Edi Rusdi Kamtono, Ketua DPRD Kota Pontianak H. Satarudin, serta Kapolres Kota Pontianak.

Panitia juga menghadirkan Almukarram Syekh H. Awab Ahmad At-Tamimi, tokoh dan pengasuh Rumah Pengajian Al Jawahir, sebagai penceramah utama.

Maruki menjelaskan, rangkaian kegiatan dimulai setelah salat Asar. Acara akan diisi dengan tahlil massal, zikir, selawat, serta ceramah Maulid Nabi yang disampaikan Syekh H. Awab Ahmad At-Tamimi.

Selama ini, Syekh H. Awab dikenal memberikan pembinaan keagamaan kepada jamaah melalui berbagai materi, mulai dari akidah, akhlak, fikih, hingga persoalan keislaman lainnya.

Jamaah diperkirakan hadir berasal dari sejumlah masjid, antara lain Masjid Syakirin, Baiturahim, Sirajuddin, An-Nur, Nur Salim, Al-Fajar, Al-Jamaah, Darunnajah, Al-Muhtadin Untan, Al-Hikmah, Darul Muttaqin, Saiful Islam, Al-Asyraf, serta Masjid Kantor Gubernur Kalimantan Barat.

Menurut Maruki, kegiatan tersebut juga tidak terlepas dari aktivitas pengajian rutin setiap malam Jumat di Rumah Pengajian Al Jawahir. Jamaah mengikuti rangkaian ibadah seperti salat tahajud, tasbih, witir, salat Subuh, zikir, serta berbagai doa dan amalan keagamaan lainnya.

“Jamaah yang mengikuti pengajian setiap malam Jumat juga sangat ramai. Ini menunjukkan antusiasme masyarakat terhadap majelis ilmu dan kegiatan keagamaan,” ujarnya.

Maruki menambahkan, seluruh pembiayaan Maulid Nabi berasal dari sumbangan jamaah. Panitia mengedepankan semangat kebersamaan dengan prinsip “dari jamaah, oleh jamaah, untuk jamaah.”

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....