Dari Surau Kayu, Masjid Jami' Al-Mujahidin Kini Makin Megah

  • 14 Agt 2026 15:35 WIB
  •  Pontianak

RRI.CO.ID, Pontianak – Masjid Jami' Al - Mujahidin yang berdiri di pinggir Jalan Khatulistiwa, Kelurahan Siantan Hilir, Kecamatan Pontianak Utara, terus berbenah setelah melalui proses pembangunan secara bertahap yang melibatkan swadaya masyarakat dan dukungan sejumlah pihak. Hingga saat ini, pembangunan masjid tersebut diperkirakan telah mencapai sekitar 90 persen.

Ketua Pengurus Masjid Jami' Al - Mujahidin, Zulkarnain, menjelaskan masjid tersebut memiliki sejarah panjang. Pada awalnya, bangunan masjid merupakan surau sederhana yang berdiri sejak sekitar tahun 1960-an hingga 1970-an dan masih menggunakan material kayu.

“Masjid ini awal mulanya dulu sekitar tahun 60-an sampai 70-an berbentuk surau, masih berbahan ornamen kayu,” ujar Zulkarnain saat diwawancarai RRI Pontianak, Jumat, 14 Agustus 2026.

Menurutnya, renovasi kemudian dilakukan secara bertahap. Pada 1975, bangunan kembali dipugar dengan konstruksi yang masih didominasi material kayu. Selanjutnya, pada 1983 mulai dilakukan pembangunan dengan menggunakan konstruksi beton dan kayu.

Proses pembangunan masjid kembali mendapat perhatian serius sekitar 2016–2017. Zulkarnain bersama jamaah dan masyarakat sekitar kemudian bermusyawarah untuk membangun masjid secara permanen dengan konstruksi beton.

Ia menyebut pembangunan tersebut turut mendapat dukungan dari sejumlah pihak, termasuk Insinyur Heri Bustaman yang mendorong pembangunan masjid secara permanen. Perancangan bangunan kemudian dilakukan bersama arsitek Riko.

“Alhamdulillah, masjid yang Bapak lihat sekarang ini sudah termasuk sekitar 90 persen. Ada bagian-bagian yang belum kita selesaikan,” katanya.

Zulkarnain mengatakan pembangunan masjid selama ini banyak mengandalkan swadaya masyarakat. Selain itu, terdapat pula dukungan dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat dan Pemerintah Kota Pontianak.

Karena masih terdapat bagian yang harus diselesaikan, pihak pengurus berharap informasi mengenai kondisi pembangunan masjid dapat membuka peluang dukungan dari para donatur.

“Mudah-mudahan melalui informasi RRI Pontianak ini ke depannya bisa mendapatkan link-link untuk bisa berbagi rezeki atau donatur untuk masjid kita,” harapnya.

Dari sisi kapasitas, Masjid Jami' Al - Mujahidin dirancang memiliki tiga lantai. Lantai bawah diperkirakan mampu menampung sekitar 400 jamaah, lantai kedua sekitar 400 jamaah, sedangkan lantai ketiga sekitar 300 jamaah.

Dengan demikian, secara keseluruhan masjid diproyeksikan mampu menampung lebih dari 1.000 jamaah.

Zulkarnain menjelaskan, rancangan awal bangunan sebenarnya memiliki konsep basement. Namun, karena kebutuhan ruang untuk jamaah cukup besar, konsep tersebut kemudian disesuaikan.

“Kalau yang sudah kita perhitungkan sama perancangnya, lantai bawah ini sekitar 400-an. Jadi dua lantai sekitar 800-an, terus lantai tiga kurang lebih 300-an,” jelasnya.

Selain pembangunan fisik, pengurus Masjid Jami' Al - Mujahidin juga berupaya menghidupkan kembali kegiatan pembinaan umat.

Sebelum proses pembangunan dan pembongkaran masjid, kegiatan taklim dan Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPA) untuk anak-anak telah berjalan. Namun, kegiatan tersebut sempat vakum selama proses pembangunan.

Dalam beberapa bulan terakhir, kegiatan pendidikan Al-Qur'an mulai kembali dijalankan melalui kerja sama dengan Yayasan Ismuhu Yahya.

“Alhamdulillah, waktu sebelum pembukaan masjid ini sudah pernah kita buat taklim sama TPA anak-anak. Begitu kita roboh, vakum. Cuma ini sudah hampir sekitar enam-tujuh bulan kita dapat kerja sama, kita mengadakan TPA,” ungkapnya.

Ke depan, pengurus juga tengah menyiapkan sejumlah kegiatan keagamaan dan pembinaan jamaah. Rapat bersama seksi PHBI direncanakan dilakukan dalam waktu dekat untuk membahas agenda tersebut.

Zulkarnain mengatakan pihaknya juga telah mempersiapkan agenda yang berkaitan dengan kegiatan Al-Qur'an dalam waktu dekat.

Pengurus berharap penyelesaian pembangunan masjid dapat segera dituntaskan sehingga Masjid Jami' Al - Mujahidin tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga pusat pendidikan Al-Qur'an, kegiatan keagamaan, dan pembinaan masyarakat dan umat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....