Masjid Adda'watul Islamiyah Berdiri sejak 1970, Kini Tampung Ribuan Jemaah

  • 07 Agt 2026 12:59 WIB
  •  Pontianak

RRI.CO.ID, Pontianak – Masjid Adda'watul Islamiyah menjadi salah satu masjid yang terus berkembang dan berperan sebagai pusat pembinaan keagamaan masyarakat. Berdiri sejak tahun 1970, masjid ini dibangun atas prakarsa almarhum Haji Muhammad bin Haji Muhammad Saleh dan hingga kini tetap menjadi tempat ibadah sekaligus pusat kegiatan keislaman bagi warga sekitar.

Ketua Pengurus Masjid Adda'watul Islamiyah, Bujang So'od, mengatakan masjid tersebut pertama kali didirikan oleh sang kakek pada tahun 1970. Seiring bertambahnya usia bangunan, masjid kemudian menjalani renovasi total pada 2008 agar mampu memberikan kenyamanan yang lebih baik bagi para jemaah.

"Masjid Adda'watul Islamiyah ini didirikan oleh datuk kami, almarhum Bapak Haji Muhammad bin Haji Muhammad Saleh pada tahun 1970. Setelah lebih dari 30 tahun berdiri, pada tahun 2008 kami melakukan renovasi secara total," ujar Bujang So'od.

Ia menjelaskan, proses renovasi tidak berlangsung dalam waktu singkat. Pembangunan dilakukan secara bertahap selama sekitar tiga hingga lima tahun hingga menghasilkan bangunan masjid seperti yang berdiri saat ini.

"Renovasi hanya dilakukan satu kali, tetapi pembangunannya bertahap sekitar tiga sampai lima tahun hingga menjadi seperti sekarang," katanya.

Menurut Bujang So'od, sebagian besar biaya pembangunan berasal dari swadaya masyarakat. Selain itu, terdapat bantuan pemerintah meski jumlahnya tidak terlalu besar. Dukungan juga datang dari jamaah pengajian Jamiatul Tauhidiyah yang ikut berkontribusi dalam proses pembangunan.

"Kebanyakan pembangunan ini berasal dari swadaya masyarakat. Ada juga bantuan pemerintah, namun tidak begitu signifikan. Jamaah pengajian Jamiat Al-Tawhidiyah juga banyak membantu pembangunan masjid ini," jelasnya.

Masjid yang berdiri di atas lahan yang dibeli kemudian diwakafkan tersebut kini menjadi pusat berbagai kegiatan keagamaan. Aktivitas rutin yang dilaksanakan meliputi shalawat, pengajian, Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPA), pembelajaran Iqra, hingga pelaksanaan salat berjamaah lima waktu.

"Untuk pembinaan rohani di sini kami mengadakan salawat, pengajian, TPA, pembelajaran Iqra, dan tentunya yang paling utama adalah salat berjamaah lima waktu," ungkapnya.

Dengan bangunan dua lantai hasil renovasi, Masjid Adda'watul Islamiyah kini mampu menampung ribuan jemaah, terutama saat pelaksanaan Salat Id maupun kegiatan keagamaan berskala besar.

"Kalau digabungkan dua lantai, kapasitasnya kurang lebih bisa menampung ribuan jemaah," tutup Bujang So'od.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....